IHSG Potensi ke Zona Merah, Perhatikan Saham Ini
Kamis, 22 Oktober 2015 - 08:03 WIB
IHSG Potensi ke Zona Merah, Perhatikan Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan memiliki potensi balik arah ke zona merah jika volume beli mulai berkurang dominasinya.
Untuk itu, Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, untuk tetap perlu mewaspadai adanya imbas pelemahan tersebut.
"Utang gap di level 4.346-4.381 masih menjadi halangan. Tetap cermati sentimen yang ada," ujarnya di Jakarta, Kamis (22/10/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.585-4.590 dan resisten 4.655-4.670. Laju IHSG kemarin mampu bertahan di atas target support 4.544-4.558 dan mampu berada di atas target resisten 4.610-4.623, namun ditutup di bawah target tersebut.
Di tengah pergerakan laju bursa saham Asia yang variatif dan pelemahan sejumlah indeks saham di bursa saham AS, laju IHSG kemarin masih dapat berakhir di zona hijau.
Meski demikian, pada dasarnya laju IHSG kali ini tidak jauh berbeda dengan pergerakan sehari sebelumnya, di mana di awal sesi menguat cukup tinggi, namun jelang penutupan sesi satu dan di awal sesi kedua lajunya mulai mendatar cenderung turun tipis dan di akhir sesi laju IHSG mampu kembali menguat.
"Pergerakan yang cukup variatif tersebut disebabkan aksi investor dalam menanggapi sentimen yang ada," ujarnya.
Sebagian pelaku pasar kemungkinan masih bertahan dengan aksi belinya dengan harapan positif akan adanya rilis Paket Kebijakan Ekonomi jilid V yang akan lebih baik dan fokus pada penciptaan lapangan kerja, sentimen penyerapan anggaran yang lebih baik, sentimen reformasi perizinan.
Selain itu, sentimen perkiraan Presiden Jokowi terhadap proyeksi pertumbuhan kuartal III sebesar 4,85% lebih tinggi dari kuartal sebelumnya 4,67% dan di atas estimasi 4,75%-4,80%. Di sisi lain, dorongan jual terjadi seiring kembali berlanjutnya pelemahan rupiah; imbas pelemahan bursa saham global hingga aksi ambil untung.
"Penguatan IHSG banyak ditopang oleh kembalinya transaksi asing melakukan aksi beli meskipun tidak banyak ditopang oleh laju rupiah yang masih melemah," ujarnya.
Transaksi asing kembali nett buy dari net buy Rp54,91 miliar menjadi net buy Rp373,54 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.435-Rp1.560. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.465.
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.270-Rp1.335. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.290.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.125-Rp5.350. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp5.175.
PT BRI Agro (AGRO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp89-Rp107. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp98.
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp12.000-Rp12.525. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp12.250.
Untuk itu, Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, untuk tetap perlu mewaspadai adanya imbas pelemahan tersebut.
"Utang gap di level 4.346-4.381 masih menjadi halangan. Tetap cermati sentimen yang ada," ujarnya di Jakarta, Kamis (22/10/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.585-4.590 dan resisten 4.655-4.670. Laju IHSG kemarin mampu bertahan di atas target support 4.544-4.558 dan mampu berada di atas target resisten 4.610-4.623, namun ditutup di bawah target tersebut.
Di tengah pergerakan laju bursa saham Asia yang variatif dan pelemahan sejumlah indeks saham di bursa saham AS, laju IHSG kemarin masih dapat berakhir di zona hijau.
Meski demikian, pada dasarnya laju IHSG kali ini tidak jauh berbeda dengan pergerakan sehari sebelumnya, di mana di awal sesi menguat cukup tinggi, namun jelang penutupan sesi satu dan di awal sesi kedua lajunya mulai mendatar cenderung turun tipis dan di akhir sesi laju IHSG mampu kembali menguat.
"Pergerakan yang cukup variatif tersebut disebabkan aksi investor dalam menanggapi sentimen yang ada," ujarnya.
Sebagian pelaku pasar kemungkinan masih bertahan dengan aksi belinya dengan harapan positif akan adanya rilis Paket Kebijakan Ekonomi jilid V yang akan lebih baik dan fokus pada penciptaan lapangan kerja, sentimen penyerapan anggaran yang lebih baik, sentimen reformasi perizinan.
Selain itu, sentimen perkiraan Presiden Jokowi terhadap proyeksi pertumbuhan kuartal III sebesar 4,85% lebih tinggi dari kuartal sebelumnya 4,67% dan di atas estimasi 4,75%-4,80%. Di sisi lain, dorongan jual terjadi seiring kembali berlanjutnya pelemahan rupiah; imbas pelemahan bursa saham global hingga aksi ambil untung.
"Penguatan IHSG banyak ditopang oleh kembalinya transaksi asing melakukan aksi beli meskipun tidak banyak ditopang oleh laju rupiah yang masih melemah," ujarnya.
Transaksi asing kembali nett buy dari net buy Rp54,91 miliar menjadi net buy Rp373,54 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.435-Rp1.560. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.465.
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.270-Rp1.335. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.290.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.125-Rp5.350. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp5.175.
PT BRI Agro (AGRO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp89-Rp107. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp98.
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp12.000-Rp12.525. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp12.250.
(rna)
Lihat Juga :