Pelemahan IHSG Diharapkan Terbatas, Lirik Saham Ini
Jum'at, 23 Oktober 2015 - 08:36 WIB
Pelemahan IHSG Diharapkan Terbatas, Lirik Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Laju pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diharapkan lebih terbatas.
"Kami berharap dengan penguatan yang terjadi pada bursa saham AS dapat berimbas positif pada laju IHSG, sehingga pelemahan pun dapat lebih terbatas," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (23/10/2015).
Untuk itu, dia menyarankan perlu untuk mewaspadai adanya imbas pelemahan tersebut. Pasalnya, utang gap di level 4.346-4.381 masih menjadi halangan bagi IHSG untuk menguat. (Baca: Indeks S&P 500 Melonjak Tertinggi dalam Dua Bulan)
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.568- 4.578 dan resisten 4.594-4.620. Laju IHSG kemarin sempat di bawah target support 4.585-4.590 dan gagal menuju target resisten 4.655-4.670.
"Laju IHSG kemarin akhirnya tidak kuasa membendung aksi jual para pelaku pasar, sehingga menutup perdagangan di zona merah," jelas Reza.
Sempat mengalami kenaikan di awal sesi ketika IHSG mencoba bertahan untuk membentuk tren penguatannya, namun tidak lama kemudian di pertengahan sesi 1 kembali melemah.
Di awal sesi kedua kembali mencoba menguat, namun tampaknya terimbangi oleh besarnya aksi jual sehingga laju IHSG pun terperosok ke zona merah hingga akhir sesi.
Saham-saham perkebunan dan keuangan memimpin kenaikan seiring tidak terlalu paniknya pelaku pasar terhadap potensi perlambatan kinerja yang akan dialami emiten-emiten di kedua sektor tersebut.
Penguatan pada saham-saham properti pun turut memberikan sentimen positif, namun kurang mampu membuat laju IHSG bertahan positif. Bahkan laju rupiah yang kembali menguat juga tidak mampu meredam aksi jual pada IHSG.
"Meski laju rupiah menguat yang dibarengi aksi beli asing, namun tidak berpengaruh pada IHSG," ujarnya.
Transaksi asing masih nett buy dari net buy Rp373,54 miliar menjadi net buy Rp28,82 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Ciputra Development Tbk (CTRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp1.030-Rp1.155. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1095.
PT Indofood CBP Makmur Tbk (ICBP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp13.175-Rp13.800. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp13.250.
PT Kimia Farma Tbk (KAEF) diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp880-Rp950. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp920.
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp405-Rp437. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp408.
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp470-Rp510. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp770.
"Kami berharap dengan penguatan yang terjadi pada bursa saham AS dapat berimbas positif pada laju IHSG, sehingga pelemahan pun dapat lebih terbatas," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (23/10/2015).
Untuk itu, dia menyarankan perlu untuk mewaspadai adanya imbas pelemahan tersebut. Pasalnya, utang gap di level 4.346-4.381 masih menjadi halangan bagi IHSG untuk menguat. (Baca: Indeks S&P 500 Melonjak Tertinggi dalam Dua Bulan)
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.568- 4.578 dan resisten 4.594-4.620. Laju IHSG kemarin sempat di bawah target support 4.585-4.590 dan gagal menuju target resisten 4.655-4.670.
"Laju IHSG kemarin akhirnya tidak kuasa membendung aksi jual para pelaku pasar, sehingga menutup perdagangan di zona merah," jelas Reza.
Sempat mengalami kenaikan di awal sesi ketika IHSG mencoba bertahan untuk membentuk tren penguatannya, namun tidak lama kemudian di pertengahan sesi 1 kembali melemah.
Di awal sesi kedua kembali mencoba menguat, namun tampaknya terimbangi oleh besarnya aksi jual sehingga laju IHSG pun terperosok ke zona merah hingga akhir sesi.
Saham-saham perkebunan dan keuangan memimpin kenaikan seiring tidak terlalu paniknya pelaku pasar terhadap potensi perlambatan kinerja yang akan dialami emiten-emiten di kedua sektor tersebut.
Penguatan pada saham-saham properti pun turut memberikan sentimen positif, namun kurang mampu membuat laju IHSG bertahan positif. Bahkan laju rupiah yang kembali menguat juga tidak mampu meredam aksi jual pada IHSG.
"Meski laju rupiah menguat yang dibarengi aksi beli asing, namun tidak berpengaruh pada IHSG," ujarnya.
Transaksi asing masih nett buy dari net buy Rp373,54 miliar menjadi net buy Rp28,82 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Ciputra Development Tbk (CTRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp1.030-Rp1.155. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1095.
PT Indofood CBP Makmur Tbk (ICBP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp13.175-Rp13.800. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp13.250.
PT Kimia Farma Tbk (KAEF) diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp880-Rp950. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp920.
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp405-Rp437. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp408.
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp470-Rp510. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp770.
(rna)
Lihat Juga :