Bursa China Naik Tinggi, IHSG Berakhir Dekati 4.700
Senin, 26 Oktober 2015 - 16:11 WIB
Bursa China Naik Tinggi, IHSG Berakhir Dekati 4.700
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari pertama pekan ini ditutup makin membaik di jalur hijau dan mendekati level 4.700, di tengah kenaikan tinggi bursa China. IHSG bertambah 38,56 poin atau 0,83% ke level 4.691,71.
Pagi tadi, IHSG dibuka menguat ke level 4.683,11 atau naik 98,55 poin atau sekitar 0,64% dan pada akhir sesi I mendarat di level 4.688,81. Hal itu sejalan dengan tren kenaikan di bursa saham Asia. Sedangkan hari ini, bursa Asia ditutup mayoritas positif.
Bursa saham China naik ke level tertinggi dua bulan setelah Bank Senral China (PBOC) memangkas suku bunga untuk kali keenam dalam satu tahun.
Indeks Shanghai naik ke level tertinggi sejak 21 Agustus 2015. Sektor teknologi memimpin kenaikan, dengan Wangsu Science & Technology Co melonjak 3,5%. Sementara imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun turun ke level terendah sejak 2009 dan swap suku bunga menurun paling tajam dalam dua bulan.
Indeks Shanghai telah pulih 17% dari posisi terendah tahun ini pada 26 Agustus karena pemerintah mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan pasar saham.
PBOC pada Jumat lalu mengumumkan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, sedangkan rasio persyaratan cadangan untuk pemberi pinjaman dikurangi sebanyak 50 basis poin.
"Pemangkasan ini jelas disambut oleh pasar saham dan kemungkinan membantu ekonomi riil. Dampaknya mungkin tidak besar seperti seharusnya karena beberapa investor sudah memperkirakan suku bunga akan dipangkas sebelum akhir tahun ini," kata pedagang di Shenwan Hongyuan Group Co Gerry Alfonso, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (26/10/2015).
Indeks Nikkei 225 menguat 121,82 poin atau 0,65% ke level 18.947,12; indeks Strait Times naik 13,82 poin atau 0,46% ke 3.083,68; indeks Hang Seng turun 35,69 poin atau 0,15% ke 23.116,25; dan indeks Shanghai naik 17,15 poin atau 0,50% ke level 3.429,58.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp25,49 triliun dengan 5,15 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp5,83 triliun dengan aksi jual asing mencapai Rp20,11 triliun dan aksi beli Rp14,28 triliun. Tercatat 164 saham menguat, 131 saham melemah dan 94 saham stagnan.
Sektor saham hari ini variatif. Sektor dengan kenaikan tertinggi adalah keuangan yang terkerek 1,74%. Sementara yang melemah terdalam sektor industri dasar yang turun 1,48%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp75 menjadi Rp46.275, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) melonjak Rp65 menjadi Rp3.500 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp25 menjadi Rp5.300.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp750 menjadi Rp26.825, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp250 menjadi Rp8.000 dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) melemah Rp135 menjadi Rp2.435. (Baca: Rupiah Siang Ini Menderita, IHSG Bergairah)
Pagi tadi, IHSG dibuka menguat ke level 4.683,11 atau naik 98,55 poin atau sekitar 0,64% dan pada akhir sesi I mendarat di level 4.688,81. Hal itu sejalan dengan tren kenaikan di bursa saham Asia. Sedangkan hari ini, bursa Asia ditutup mayoritas positif.
Bursa saham China naik ke level tertinggi dua bulan setelah Bank Senral China (PBOC) memangkas suku bunga untuk kali keenam dalam satu tahun.
Indeks Shanghai naik ke level tertinggi sejak 21 Agustus 2015. Sektor teknologi memimpin kenaikan, dengan Wangsu Science & Technology Co melonjak 3,5%. Sementara imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun turun ke level terendah sejak 2009 dan swap suku bunga menurun paling tajam dalam dua bulan.
Indeks Shanghai telah pulih 17% dari posisi terendah tahun ini pada 26 Agustus karena pemerintah mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan pasar saham.
PBOC pada Jumat lalu mengumumkan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, sedangkan rasio persyaratan cadangan untuk pemberi pinjaman dikurangi sebanyak 50 basis poin.
"Pemangkasan ini jelas disambut oleh pasar saham dan kemungkinan membantu ekonomi riil. Dampaknya mungkin tidak besar seperti seharusnya karena beberapa investor sudah memperkirakan suku bunga akan dipangkas sebelum akhir tahun ini," kata pedagang di Shenwan Hongyuan Group Co Gerry Alfonso, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (26/10/2015).
Indeks Nikkei 225 menguat 121,82 poin atau 0,65% ke level 18.947,12; indeks Strait Times naik 13,82 poin atau 0,46% ke 3.083,68; indeks Hang Seng turun 35,69 poin atau 0,15% ke 23.116,25; dan indeks Shanghai naik 17,15 poin atau 0,50% ke level 3.429,58.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp25,49 triliun dengan 5,15 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp5,83 triliun dengan aksi jual asing mencapai Rp20,11 triliun dan aksi beli Rp14,28 triliun. Tercatat 164 saham menguat, 131 saham melemah dan 94 saham stagnan.
Sektor saham hari ini variatif. Sektor dengan kenaikan tertinggi adalah keuangan yang terkerek 1,74%. Sementara yang melemah terdalam sektor industri dasar yang turun 1,48%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp75 menjadi Rp46.275, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) melonjak Rp65 menjadi Rp3.500 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp25 menjadi Rp5.300.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp750 menjadi Rp26.825, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp250 menjadi Rp8.000 dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) melemah Rp135 menjadi Rp2.435. (Baca: Rupiah Siang Ini Menderita, IHSG Bergairah)
(rna)
Lihat Juga :