Dow dan S&P Melemah Ditekan Sektor Energi

Selasa, 27 Oktober 2015 - 08:50 WIB
Dow dan S&P Melemah...
Dow dan S&P Melemah Ditekan Sektor Energi
A A A
NEW YORK - Indeks Dow Jones dan S&P 500 melemah pada Senin karena ditekan terkoreksinya saham sektor energi akibat anjloknya harga minyak.

Sementara investor berhati-hati jelang pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve (The Fed), yang dimulai pada Selasa waktu setempat. Pasar saham sedang mencari petunjuk tentang prospek waktu The Fed untuk mulai menaikkan suku bunga.

Adapun saham Apple (AAPL.O) tergerus sebesar 3,2% ke USD115,28, juga menjadi hambatan terbesar pada tiga indeks utama. Sedangkan prospek negatif dari salah satu pemasoknya, Dialog Semiconductor (DLGS.DE) memimpin penurunan saham semikonduktor lainnya. Indeks semikonduktor (SOX) turun 2% setelah tiga hari reli.

Emiten pembuat iPhone itu akan melaporkan hasil kuartalan setelah pasar tutup pada Selasa pekan ini.

"(Pelemahan ini) akibat sentimen Apple, lebih tentang perkiraan mereka dan berita China dan semua perkembangannya," kata Presiden LibertyView Capital Management Rick Meckler, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (27/10/2015).

Sektor energi di indeks S&P (SPNY) turun 2,5%, memimpin penurunan seluruh sektor di S&P 500. Harga minyak mentah tergelincir karena kelebihan pasokan global mendorong tempat penyimpanan bahan bakar mendekati kapasitas.

Saham Exxon (XOM.N) turun 2,1% menjadi USD81,22, sedangkan Chevron (CVX.N) minus 2,7% menjadi USD88,77.

Dow Jones Industrial Average turun 23,65 poin atau 0,13% ke 17.623,05; indeks S&P 500 kehilangan 3,97 poin atau 0,19% ke 2.071,18, sedangkan Nasdaq bertambah 2,84 poin atau 0,06% ke 5.034,70.

Menurut data Thomson Reuters, sekitar 6,1 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebanyak 7,3 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved