Gabung ke TPP, Susi Tak Rela Jika Kapal Asing Bebas Masuk RI

Selasa, 27 Oktober 2015 - 15:47 WIB
Gabung ke TPP, Susi...
Gabung ke TPP, Susi Tak Rela Jika Kapal Asing Bebas Masuk RI
A A A
JAKARTA - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk Indonesia dapat bergabung dengan blok perdagangan bebas Kemitraan Trans Pasifik atau Trans-Pacific Partnership (TPP) mendapat respon dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Susi mengaku tak rela jika dengan masuknya Indonesia ke kemitraan internasional tersebut harus dengan konsekuensi kapal asing dapat dengan bebas masuk dan menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia.

"Ya ngapain kita mau (masuk ke TPP). Tidak boleh itu (kapal asing bebas masuk Indonesia). ‎Lagian kalau perikanan tangkap memang tidak boleh untuk asing. Dia itu negatif asing," kata Susi di kantornya, Jakarta, Selasa (27/10/2015).

Dia mengaku baru akan setuju jika kemitraan Indonesia di TPP menekankan pada pemberantasan Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing. Jika penekanannya ke IUU Fishing, sambung dia, maka kemitraan Indonesia di TPP akan sangat membantu.

Terlebih, negara-negara di Asia Pasifik yang turut menjalin kemitraan di TPP memiliki monitoring system yang dapat dimanfaatkan Indonesia untuk berbagi data dan informasi terkait IUU Fishing.

"Saya harus tahu dulu TPP ini zone-nya di mana. Kalau kita bisa melakukan IUU Fishing sama-sama, itu akan sangat membantu kita. Negara-negara yang ada di pasifik, mereka punya monitoring system yang bisa kita sharing data-data itu. Tapi saya belum mendalami TPP di bidang non-IUU-nya," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama (Senin, 26/10/2015) mengatakan, Indonesia akan bergabung dengan TPP.

"Kami adalah negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan Indonesia akan bergabung dengan TPP," kata Jokowi. (Baca: Jokowi: RI Akan Bergabung dengan Kemitraan Trans Pasifik)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bersama Jo Hyundai,...
Bersama Jo Hyundai, Rekind Lolos Tender Proyek TPPI Olefin Complex
Proses Lelang Kilang...
Proses Lelang Kilang Olefin Siap Ditelusuri Oleh BPK
CERI Soroti Kompetensi...
CERI Soroti Kompetensi Bidder Proyek Olefin TPPI di Tuban
Pak Ahok, Ada yang Minta...
Pak Ahok, Ada yang Minta Tolong Usut Kejanggalan Tender Kilang Olefin Nih
Proyek Olefin TPPI Punya...
Proyek Olefin TPPI Punya Dampak Ekonomi Besar, Bikin Sehat Neraca Dagang
Mencari Partnership...
Mencari Partnership Proyek Bandara
Berita Terkini
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
9 menit yang lalu
OBATApps dan Dami Sariwana...
OBATApps dan Dami Sariwana Perkuat Kompetensi Mahasiswa Farmasi
26 menit yang lalu
Kemnaker Wajibkan Perusahaan...
Kemnaker Wajibkan Perusahaan Mitra MagangHub 2026 Terdaftar di WLKP
41 menit yang lalu
Bittime Sambut Roadmap...
Bittime Sambut Roadmap IAKD OJK, Langkah Strategis Perkuat Industri Aset Digital
1 jam yang lalu
B50 Bawa RI Tak Lagi...
B50 Bawa RI Tak Lagi Impor Solar, Prabowo Klaim Hemat Devisa Rp170 Triliun
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Menguat...
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
2 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved