Wall Street Tergelincir karena Ketidakpastian Suku Bunga

Rabu, 28 Oktober 2015 - 08:49 WIB
Wall Street Tergelincir...
Wall Street Tergelincir karena Ketidakpastian Suku Bunga
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street tergelincir pada Selasa waktu setempat karena ketidakpastian atas prospek suku bunga Amerika Serikat (Fed rate) dan mengecewakannya hasil kinerja dari Ford dan perusahaan lain.

Sementara hasil kinerja optimistis dari Apple (AAPL.O) setelah penutupan bisa memberikan dorongan ke pasar pada Rabu. Saham Apple, perusahaan terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, naik 2,8% menjadi USD116,89 setelah melaporkan laba dan pendapatan lebih tinggi dari perkiraan. Saham Apple mengakhiri sesi reguler turun 0,6% menjadi USD114,55.

"Laba dan pendapatan di atas ekspektasi. Banyak perusahaan telah berjuang di garis atas," kata Manajer Portofolio di Synovus Trust Company Daniel Morgan, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (28/10/2015).

Adapun saham Twitter (TWTR.N) turun 11% menjadi USD27,89 setelah melaporkan hasil kinerja kuartalan. Namun saham Twitter mengakhiri sesi dengan naik 1,5% menjadi USD31,34.

Selama sesi reguler, saham Ford (FN) turun 5% menjadi USD14,89 setelah hasil kuartalan dibawah estimasi, sementara JetBlue Airways Corp (JBLU.O) turun 3,2% menjadi USD25,36. Saham maskapai lainnya juga jatuh, dan saham sektor transportasi di Dow Jones melemah 2,6%.

Federal Reserve memulai pertemuan kebijakan dua hari pada Selasa. Sementara ekspektasi kenaikan suku bunga pekan ini sangat tipis, di mana investor mencari petunjuk dalam pernyataan kebijakan pada Rabu mengenai waktu Fed akan mulai menaikkan suku bunga.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 41,62 poin atau 0,24% ke 17.581,43; S&P 500 kehilangan 5,29 poin atau 0,26% ke 2.065,89 dan Nasdaq Composite turun 4,56 poin atau 0,09% ke 5.030,15.

Menurut data Thomson Reuters, sekitar 7,3 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, naik dibanding rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebanyak 7,2 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
35 menit yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
1 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
1 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
2 jam yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
2 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved