IHSG Buntuti Kejatuhan Bursa China karena Profit Taking
Rabu, 28 Oktober 2015 - 16:12 WIB
IHSG Buntuti Kejatuhan Bursa China karena Profit Taking
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup mendekam di zona merah, membuntuti bursa China yang jatuh terdalam di Asia karena diserang aksi ambil untung (profit taking). IHSG berkurang 65,32 poin atau 1,40% ke level 4.608,74.
IHSG pagi tadi dibuka kembali terpangkas, sejalan dengan melemasnya mayoritas bursa Asia. IHSG minus 26,67 poin atau 0,57% ke level 4.647,39 dan pada akhir sesi I ditutup pada level 4.601,11. IHSG kemarin berakhir negatif, di tengah variatifnya bursa Asia. IHSG berkurang 17,65 poin atau 0,38% ke level 4.674,06.
Sementara hari ini, bursa utama Asia ditutup mayoritas memerah. Bursa saham China jatuh paling dalam di Asia pada hari ini karena aksi ambil untung pada perdagangan sore, sehingga mendorong indeks utama jauh ke zona merah.
"Penurunan hari ini tetap didorong oleh profit taking setelah kenaikan dalam beberapa pekan terakhir," kata analis di Guodu Securities Xiao Shijun, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (28/10/2015).
Menurut dia, dengan banyaknya reformasi dan langkah-langkah ekonomi yang akan dilakukan, pasar akan tetap pada jalur kenaikan dalam jangka menengah.
Sementara bursa utama Asia yang menguat hanya bursa Jepang karena didukung laporan kinerja keuangan emiten, meskipun banyak investor tetap waspada menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve AS (The Fed) dan bank Sentral Jepang (BOJ) pada akhir pekan ini.
Indeks Nikkei 225 menguat 125,98 poin atau 0,67% ke level 18.903,02; indeks Strait Times turun 7,24 poin atau 0,23% ke 3.045,11; indeks Hang Seng minus 186,16 poin atau 0,80% ke 22.956,57; dan indeks Shanghai negatif 59,14 poin atau 1,72% ke level 3.375,20.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,54 triliun dengan 6,50 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp365,89 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,25 triliun dan aksi beli Rp1,88 triliun. Tercatat 108 saham menguat, 196 saham melemah dan 99 saham stagnan.
Sektor saham hari semuaNYA melemah. Sektor dengan penurunan terdalam adalah aneka industri yang terkoreksi 2,45%, diikuti sektor industri dasar turun 1,45%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp7.650 menjadi Rp91.900, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) melonjak Rp150 menjadi Rp27.450 dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp100 menjadi Rp8.200.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp925 menjadi Rp44.975, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp200 menjadi Rp6.050 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah Rp150 menjadi Rp5.025.
Baca:
USD dalam Kisaran Sempit, Rupiah Dibuka Menguat Tipis
Rupiah Siang Ini Datar, IHSG Berakhir Terkapar
IHSG pagi tadi dibuka kembali terpangkas, sejalan dengan melemasnya mayoritas bursa Asia. IHSG minus 26,67 poin atau 0,57% ke level 4.647,39 dan pada akhir sesi I ditutup pada level 4.601,11. IHSG kemarin berakhir negatif, di tengah variatifnya bursa Asia. IHSG berkurang 17,65 poin atau 0,38% ke level 4.674,06.
Sementara hari ini, bursa utama Asia ditutup mayoritas memerah. Bursa saham China jatuh paling dalam di Asia pada hari ini karena aksi ambil untung pada perdagangan sore, sehingga mendorong indeks utama jauh ke zona merah.
"Penurunan hari ini tetap didorong oleh profit taking setelah kenaikan dalam beberapa pekan terakhir," kata analis di Guodu Securities Xiao Shijun, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (28/10/2015).
Menurut dia, dengan banyaknya reformasi dan langkah-langkah ekonomi yang akan dilakukan, pasar akan tetap pada jalur kenaikan dalam jangka menengah.
Sementara bursa utama Asia yang menguat hanya bursa Jepang karena didukung laporan kinerja keuangan emiten, meskipun banyak investor tetap waspada menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve AS (The Fed) dan bank Sentral Jepang (BOJ) pada akhir pekan ini.
Indeks Nikkei 225 menguat 125,98 poin atau 0,67% ke level 18.903,02; indeks Strait Times turun 7,24 poin atau 0,23% ke 3.045,11; indeks Hang Seng minus 186,16 poin atau 0,80% ke 22.956,57; dan indeks Shanghai negatif 59,14 poin atau 1,72% ke level 3.375,20.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,54 triliun dengan 6,50 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp365,89 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,25 triliun dan aksi beli Rp1,88 triliun. Tercatat 108 saham menguat, 196 saham melemah dan 99 saham stagnan.
Sektor saham hari semuaNYA melemah. Sektor dengan penurunan terdalam adalah aneka industri yang terkoreksi 2,45%, diikuti sektor industri dasar turun 1,45%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp7.650 menjadi Rp91.900, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) melonjak Rp150 menjadi Rp27.450 dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp100 menjadi Rp8.200.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp925 menjadi Rp44.975, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp200 menjadi Rp6.050 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah Rp150 menjadi Rp5.025.
Baca:
USD dalam Kisaran Sempit, Rupiah Dibuka Menguat Tipis
Rupiah Siang Ini Datar, IHSG Berakhir Terkapar
(rna)
Lihat Juga :