The Fed Tunda Naikkan Suku Bunga, Rupiah Berpotensi Menguat
Kamis, 29 Oktober 2015 - 08:52 WIB
The Fed Tunda Naikkan Suku Bunga, Rupiah Berpotensi Menguat
A
A
A
JAKARTA - Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diperkirakan akan menguat terimbas The Fed yang kembali menunda kenaikan suku bunganya.
"The Fed kembali menunda kenaikan suku bunganya maka indeks USD akan menurun dan dapat memberikan imbas positif bagi Rupiah. Meski demikian, masih adanya ketidakpastian maka pelaku pasar tetap cermati sentimen yang akan muncul," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (29/10/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp 3.618-Rp13.650/USD. (Baca: The Fed Pertahankan Suku Bunga Tidak Berubah)
"Berdasarkan kurs tengah BI, laju rupiah kembali mengalami pelemahan setelah merespon imbas penguatan laju USD seiring masih melemahnya sejumlah harga komoditas," jelas Reza.
Laju rupiah pun turut menunggu kepastian akan rapat The Fed tersebut. Di tengah masih berlangsungnya rapat The Fed, berbagai spekulasi muncul sehingga laju indeks USD masih bergerak positif.
Sementara berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 1%, terbesar sejak 15 Oktober menjadi Rp13.483/USD pada pukul 16.00 WIB, kemarin.
"The Fed kembali menunda kenaikan suku bunganya maka indeks USD akan menurun dan dapat memberikan imbas positif bagi Rupiah. Meski demikian, masih adanya ketidakpastian maka pelaku pasar tetap cermati sentimen yang akan muncul," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (29/10/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp 3.618-Rp13.650/USD. (Baca: The Fed Pertahankan Suku Bunga Tidak Berubah)
"Berdasarkan kurs tengah BI, laju rupiah kembali mengalami pelemahan setelah merespon imbas penguatan laju USD seiring masih melemahnya sejumlah harga komoditas," jelas Reza.
Laju rupiah pun turut menunggu kepastian akan rapat The Fed tersebut. Di tengah masih berlangsungnya rapat The Fed, berbagai spekulasi muncul sehingga laju indeks USD masih bergerak positif.
Sementara berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 1%, terbesar sejak 15 Oktober menjadi Rp13.483/USD pada pukul 16.00 WIB, kemarin.
(rna)