Gerindra Beri Sinyal Tolak RUU RAPBN 2016

Kamis, 29 Oktober 2015 - 14:37 WIB
Gerindra Beri Sinyal...
Gerindra Beri Sinyal Tolak RUU RAPBN 2016
A A A
JAKARTA - Fraksi Partai Gerindra di DPR RI memberikan sinyal penolakan terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) RAPBN 2016. Hal tersebut akan disampaikan dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DP, siang ini.

Sekretaris Fraksi Gerindra DPR Fary Djemi Francis mengatakan, penolakan pihaknya terhdap RUU RAPBN 2016 didasarkan pada sejumlah alasan. Di antaranya terkait Penyertaan Modal Negara (PMN) di tahun pertama sebesar Rp62 triliun dan ditambah sebanyak Rp38 triliun. Sementara serapannya baru sebesar Rp28 triliun.

"Kalau lihat tren di komisi penolakan pasti ada, kita akan lakukan secara kritis dan mungkin penolakan," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Dia mengatakan, pihaknya ingin tambahan untuk PMN dalam RUU APBN 2016 dialokasikan ke anggaran untuk dana desa. Tahun ini, serapan dana desa belum sampai 50% dari total anggaran Rp20,7 triliun, untuk satu desa Rp1,4 miliar.

"Kenyataannya dana desa tidak dilakukan sungguh-sungguh. Bahkan kita lihat setengah hati. Maka berkaitan PMN Rp38 triliun sekarang berikan pada program pro rakyat bukan PMN. Kita berikan dana itu untuk amanat UU Dana Desa," papar Fary.

Selain dialokasikan untuk dana desa, Fraksi Gerindra juga minta kelebihan anggaran PMN dialokasikan untuk dana-dana taktis seperti penanggulangan bencana, seperti asap, banjir dan lainnya. Meski akan menolak RAPBN 2016, Gerindra siap membahas dengan pemerintah.

"Kalau dalam pembahasan internal pikiran kita bisa disesuaikan berkaitan anggaran pro rakyat, kita sesuaikan. Kalau tetap dengan apa yang sekarang, Fraksi Gerindra akan menolak," tegas Ketua Komisi V DPR itu.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
Koleksi UT Terbaru Sematkan...
Koleksi UT Terbaru Sematkan Karya dari Mendiang Seniman Amerika
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved