USD Berkuasa Atas Euro, Rupiah Berakhir Longsor

Kamis, 29 Oktober 2015 - 16:55 WIB
USD Berkuasa Atas Euro,...
USD Berkuasa Atas Euro, Rupiah Berakhir Longsor
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berakhir longsor, di tengah berkuasanya USD atas euro karena perbedaan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.639/USD. Posisi ini terkoreksi 123 poin dibanding sebelumnya di level Rp13.516/USD.

Rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.619/USD. Posisi ini melemah 136 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.483/USD.

Sedangkan berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada Rp13.605/USD, dengan kisaran harian Rp13.521-Rp13.765/USD. Posisi tersebut menguat 41 poin dibanding posisi kemarin di Rp13.646/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level RpRp13.562/USD, terapresiasi 68 poin dari posisi kemarin di Rp13.630/USD.

Sementara USD menguat mendekati level tertinggi 2,5 bulan terhadap euro pada Kamis, setelah Federal Reserve (The Fed) mengisyaratkan akan menaikkan suku bunga pada Desember, berbeda dengan kebijakan moneter dari bank sentral paling berpengaruh di dunia.

Sementara Fed sedang mempersiapkan diri untuk menaikkan suku bunga dari rekor terendah, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan menambah stimulus sebelum akhir tahun ini untuk meningkatkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Terhadap USD, euro melemah ke 1,0918, sebelumnya kehilangan 1,2% pada Rabu, setelah The Fed mempertahankan suku bunga tapi membuka peluang untuk kenaikan pada Desember.

"Tentu saja, keputusan akhirnya bergantung pada data yang dirilis dalam beberapa pekan mendatang, data harga tertentu dan laporan pasar tenaga kerja untuk Oktober dan November. Namun demikian, The Fed akan segera menarik diri dari perlombaan ekspansif. Akibatnya, USD akan menguat, khususnya terhadap euro," kata analis mata uang di Commerzbank Antje Praefcke, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (29/10/2015).

Indeks USD naik menjadi 97,818, level tertinggi sejak 10 Agustus, sebelum berkurang kembali ke 97,62. Sementara USD terhadap yen turun 0,2% menjadi 120,75.

Baca:

Pelemahan Rupiah Mereda, IHSG Ditutup Merana

Fed Isyaratkan Kerek Suku Bunga di Desember, Rupiah Rontok

(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
17 menit yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
45 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Distribusi Pertalite 19 SPBU di Bogor
1 jam yang lalu
Rombak Aturan, Purbaya...
Rombak Aturan, Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor Senjata hingga Anjing Pelacak
1 jam yang lalu
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
2 jam yang lalu
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
11 jam yang lalu
Infografis
Trump Ogah Terlibat...
Trump Ogah Terlibat Rekonstruksi Ukraina setelah Perang Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved