Bursa Jepang Positif, IHSG Berakhir di Wilayah Negatif
Jum'at, 30 Oktober 2015 - 16:17 WIB
Bursa Jepang Positif, IHSG Berakhir di Wilayah Negatif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup parkir di wilayah negatif, sejalan dengan mayoritas bursa Asia, kecuali Jepang. IHSG tergerus 16,84 poin atau 0,38% ke level 4.455,18.
IHSG pagi tadi dibuka kembali tepar, sejalan dengan melemahnya Wall Street semalam dan bursa Asia. IHSG susut 9,05 poin atau 0,20% ke level 4.462,97 dan pada akhir sesi I berakhir di level 4.464,61.
IHSG kemarin ditutup jatuh terparah di Asia karena aksi ambil untung. IHSG anjlok 136,72 poin atau 2,97% ke level 4.472,02. Pelemahan itu di tengah variatifnya bursa Asia. Sementara sore ini, bursa utama Asia berakhir meyoritas memerah,
Hanya bursa Nikkei Jepang yang naik ke level tertinggi dua bulan di akhir perdagangan karena investor jangka pendek kembali membeli saham setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) mempertahankan kebijakan moneter yang stabil. Nikkei sempat tergelincir ke zona merah, setelah akhirnya ditutup pada level tertinggi sejak 21 Agustus 2015.
BOJ menahan meningkatkan program stimulus besar-besaran dengan harapan bahwa ekonomi dapat mengatasi hambatan dari perlambatan ekonomi China tanpa dukungan moneter tambahan.
"Investor jangka pendek yang masih percaya kemungkinan pelonggaran moneter telah bereaksi terhadap keputusan itu. Tapi yang lain tidak mengikuti aksi mereka, sehingga mereka segera menutupi posisi jangka pendek segera" kata ahli strategi investasi senior di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities Norihiro Fujito, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (30/10/2015).
Adapun indeks Nikkei 225 naik 147,39 poin atau 0,78% ke level 19.083,10; indeks Strait Times minus 4,621 poin atau 0,15% ke 2.996,90; indeks Hang Seng terkoreksi 179,90 poin atau 0,79% ke 22.640,04; dan indeks Shanghai negatif 4,75 poin atau 0,14% ke level 3.382,56.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,49 triliun dengan 4,53 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp819,08 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,81 triliun dan aksi beli Rp2,00 triliun. Tercatat 148 saham menguat, 143 saham melemah dan 92 saham stagnan.
Sektor saham hari hampir semuanya melemah. Sektor dengan penurunan terdalam adalah keuangan yang terkoreksi 1,28%, diikuti sektor industri dasar turun 1,06%. Sedangkan yang menguat hanya sektor perkebunan, yang naik 0,50%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp150 menjadi Rp16.500, PT Astra International Tbk (ASII) melonjak Rp125 menjadi Rp5.925 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp90 menjadi Rp2.990.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp65 menjadi Rp4.750, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun Rp100 menjadi Rp5.550 dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) melemah Rp100 menjadi Rp27.200.
Baca:
Rupiah Siang Ini Kian Terjepit, Koreksi IHSG Menyempit
Bursa Asia dan IHSG Kompak Kembali Tepar
IHSG pagi tadi dibuka kembali tepar, sejalan dengan melemahnya Wall Street semalam dan bursa Asia. IHSG susut 9,05 poin atau 0,20% ke level 4.462,97 dan pada akhir sesi I berakhir di level 4.464,61.
IHSG kemarin ditutup jatuh terparah di Asia karena aksi ambil untung. IHSG anjlok 136,72 poin atau 2,97% ke level 4.472,02. Pelemahan itu di tengah variatifnya bursa Asia. Sementara sore ini, bursa utama Asia berakhir meyoritas memerah,
Hanya bursa Nikkei Jepang yang naik ke level tertinggi dua bulan di akhir perdagangan karena investor jangka pendek kembali membeli saham setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) mempertahankan kebijakan moneter yang stabil. Nikkei sempat tergelincir ke zona merah, setelah akhirnya ditutup pada level tertinggi sejak 21 Agustus 2015.
BOJ menahan meningkatkan program stimulus besar-besaran dengan harapan bahwa ekonomi dapat mengatasi hambatan dari perlambatan ekonomi China tanpa dukungan moneter tambahan.
"Investor jangka pendek yang masih percaya kemungkinan pelonggaran moneter telah bereaksi terhadap keputusan itu. Tapi yang lain tidak mengikuti aksi mereka, sehingga mereka segera menutupi posisi jangka pendek segera" kata ahli strategi investasi senior di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities Norihiro Fujito, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (30/10/2015).
Adapun indeks Nikkei 225 naik 147,39 poin atau 0,78% ke level 19.083,10; indeks Strait Times minus 4,621 poin atau 0,15% ke 2.996,90; indeks Hang Seng terkoreksi 179,90 poin atau 0,79% ke 22.640,04; dan indeks Shanghai negatif 4,75 poin atau 0,14% ke level 3.382,56.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,49 triliun dengan 4,53 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp819,08 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,81 triliun dan aksi beli Rp2,00 triliun. Tercatat 148 saham menguat, 143 saham melemah dan 92 saham stagnan.
Sektor saham hari hampir semuanya melemah. Sektor dengan penurunan terdalam adalah keuangan yang terkoreksi 1,28%, diikuti sektor industri dasar turun 1,06%. Sedangkan yang menguat hanya sektor perkebunan, yang naik 0,50%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp150 menjadi Rp16.500, PT Astra International Tbk (ASII) melonjak Rp125 menjadi Rp5.925 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp90 menjadi Rp2.990.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp65 menjadi Rp4.750, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun Rp100 menjadi Rp5.550 dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) melemah Rp100 menjadi Rp27.200.
Baca:
Rupiah Siang Ini Kian Terjepit, Koreksi IHSG Menyempit
Bursa Asia dan IHSG Kompak Kembali Tepar
(rna)
Lihat Juga :