JK Lobi Pemimpin Parpol‎ via Telepon Terkait RAPBN 2016

Jum'at, 30 Oktober 2015 - 17:41 WIB
JK Lobi Pemimpin Parpol‎...
JK Lobi Pemimpin Parpol‎ via Telepon Terkait RAPBN 2016
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku telah menelepon hampir semua pemimpin partai politik (parpol) yang memiliki wakil di DPR, agar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 disahkan dalam rapat paripurna DPR yang digelar hari ini.

"Saya telepon hampir semua pimpinan parpol juga memahami, tidak apa-apa," ujar JK di kantornya, Jakarta, Jumat (30/10/2015).‎

JK mengaku mengikuti keinginan sejumlah Fraksi di DPR yang menolak penyertaan modal negara (PMN) untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam RAPBN 2016.

Pemerintah, lanjut dia, menerima aspirasi yang ada di DPR. ‎"Menerima aspirasi DPR, contohnya PMN itu dinilai tidak sesuai dengan aspirasi DPR, ya kita ikut," tuturnya.

Bahkan, ‎sebenarnya PMN untuk BUMN sudah dicabut pemerintah. "Sudah, sudah tidak masuk (RAPBN 2016) sebenarnya, saya bicara dengan beberapa partai," ungkap dia.

Menurutnya, argumentasi sejumlah Fraksi di DPR mengenai penolakan PMN itu bagus.‎ "(Pemerintah) Memahami argumentasi itu, bahwa (PMN) ini harus lebih banyak kepada program kerakyatan," imbuhnya.

JK menegaskan, dicabutnya PMN tidak akan menghambat BUMN ke depan. ‎"Tidak, BUMN ini kan untuk menambah pendapatan pemerintah, memang pertama kali ini PMN itu diberikan banyak biasanya kalau ada masalah-masalah," tandas JK.

(Baca:JK Maklumi Gerindra Tolak RAPBN 2016
)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
Koleksi UT Terbaru Sematkan...
Koleksi UT Terbaru Sematkan Karya dari Mendiang Seniman Amerika
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Pemimpin Dunia...
Daftar Pemimpin Dunia Terseret Skandal Ijazah Palsu dan Disertasi Plagiat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved