Bursa Asia dan IHSG Dibuka Kompak Memerah

Senin, 02 November 2015 - 09:11 WIB
Bursa Asia dan IHSG...
Bursa Asia dan IHSG Dibuka Kompak Memerah
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka masih betah di zona merah sejalan dengan bursa Asia. IHSG terkoreksi 12,76 poin atau 0,29% ke level 4.442,42.

IHSG akhir pekan lalu parkir di wilayah negatif, sejalan dengan mayoritas bursa Asia, kecuali Jepang. IHSG tergerus 16,84 poin atau 0,38% ke level 4.455,18.

Sementara pagi ini, bursa utama Asia merosot pada Senin pagi menyusul tertekannya data China pada akhir pekan lalu, sementara dolar Amerika Serikat (USD) tetap defensif terhadap yen setelah Bank Sentral Jepang memutuskan untuk melakukan kebijakan stabil.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang kehilangan 0,1%, sementara saham Australia merosot 0,5%. Data resmi menunjukkan, aktivitas sektor manufaktur China secara tak terduga mengalami kontraksi pada Oktober untuk tiga bulan berturut-turut, memicu kekhawatiran ekonomi masih dapat kehilangan momentum pada kuartal IV.

Fokus sekarang jatuh pada data Amerika Serikat (AS), termasuk laporan tenaga kerja, yang dapat memengaruhi sikap Federal Reserve terhadap suku bunga. The Fed tidak menaikkan suku bulan ini tetapi membuka peluang untuk kenaikan pada Desember mendatang.

"Data ekonomi AS memberi arti penting bagi keputusan FOMC pada Desember dan bisa mendorong mata uang dan tingkat volatilitas yang lebih tinggi dalam beberapa pekan mendatang," tulis ahli strategi di Barclays, seperti dilansir dari Reuters, Senin (2/11/2015).

Barclays menyatakan bahwa pernyataan FOMC pada Oktober lebih hawkish dari harapan dan dengan penilaian terhadap risiko global yang telah diabaikan maka ada upaya oleh FOMC untuk menaikkan suku bunga pada Desember tahun ini.

Adapun indeks Nikkei 225 anjlok 328,38 poin atau 1,72% ke level 18.754,72; indeks Strait Times minus 39,33 poin atau 1,30% ke 2.959,97; indeks Hang Seng terkoreksi 189,84 poin atau 0,84% ke 22.450,20; dan indeks Shanghai negatif 22,06 poin atau 0,65% ke level 3.360,63.

Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp18 miliar dengan 7 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp1,79 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp9,58 miliar dan aksi beli Rp11,37 miliar. Tercatat 9 saham menguat, 9 saham melemah dan 27 saham stagnan.

Sektor saham hari ini dibuka variatif. Sektor dengan kenaikan tertinggi adalah infrastruktur yang naik 0,99%. Sedangkan yang melemah terdalam sektor keuangan, yang turun 1,06%.

Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp200 menjadi Rp18.200, PT Tower Bersama Infrastucture Tbk (TBIG) melonjak Rp175 menjadi Rp7.325 dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) naik Rp140 menjadi Rp4.980.

Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp175 menjadi Rp10.350, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp175 menjadi Rp16.400 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah Rp100 menjadi Rp12.800.

Baca:

IHSG Diprediksi Rentan Melemah, Simak Saham Ini

IHSG Diproyeksi pada Kisaran 4.425-4.580
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Temuan Vaksin Covid-19...
Temuan Vaksin Covid-19 Jadi Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Reli
IHSG Diprediksi Melemah...
IHSG Diprediksi Melemah dalam Jangka Pendek
Pagi Menghijau, IHSG...
Pagi Menghijau, IHSG Sore Ditutup Anjlok 1,05 Persen ke 5.105
Bisa Tembus Level 6.000...
Bisa Tembus Level 6.000 di Akhir Tahun, IHSG Menuju Fase Skenario Terbaik
Koleksi 5 Saham Ini...
Koleksi 5 Saham Ini Saat IHSG Masih Akan Meroket
Potensi Kenaikan Jangka...
Potensi Kenaikan Jangka Pendek IHSG Masih Terbuka Lebar
Berita Terkini
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
17 menit yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
44 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Distribusi Pertalite 19 SPBU di Bogor
1 jam yang lalu
Rombak Aturan, Purbaya...
Rombak Aturan, Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor Senjata hingga Anjing Pelacak
1 jam yang lalu
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
2 jam yang lalu
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
11 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved