Pemberdayaan Potensi Daerah Penghasil Daging Sapi Belum Optimal

Rabu, 04 November 2015 - 14:37 WIB
Pemberdayaan Potensi...
Pemberdayaan Potensi Daerah Penghasil Daging Sapi Belum Optimal
A A A
JAKARTA - Pemberdayaan potensi daerah yang bisa menjadi penghasil daging sapi hingga saat ini belum optimal untuk menghasilkan sapi yang bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Direktur Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup (PSDLH) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa) Faizul Ishom mengatakan, tingkat konsumsi daging sapi Indonesia masih rendah, namun kebutuhan daging sapi nasional cukup tinggi hingga ratusan ribu ton per tahun karena populasi Indonesia besar.

"Pemenuhan kebutuhan daging nasional harus menjadi salah satu prioritas utama yang dilakukan oleh pemerintah. Pasalnya, swasembada daging sapi untuk ketahanan pangan nasional masih jauh dari harapan. Di sisi lain, pemberdayaan potensi daerah yang bisa menjadi penghasil daging sapi masih memerlukan berbagai aspek dukungan agar bisa lebih optimal," kata dia dalam Focus Group Discussion bertajuk 'Swasembada Daging Sapi Melalui Pembangunan Peternakan Modern di Daerah Tertinggal di Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Faizul memaparkan, konsumsi daging sapi orang Indonesia hanya 2,2 kilogram (kg)/kapita tiap tahun. Jumlah ini masih rendah dibandingkan negara lain, seperti Argentina yang konsumsi dagingnya mencapai 55 kg/kapita/tahun, Brasil 40 kg/kapita/tahun, Jerman 40-45 kg/kapita/tahun serta Singapura dan Malaysia sebanyak 15 kg/kapita/tahun.

Penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) memperkirakan konsumsi daging sapi tahun ini naik menjadi 2,56 kg/kapita/tahun. Dengan demikian, total kebutuhan daging nasional akan mencapai 653.000 ton atau setara dengan 3,657 juta ekor sapi.

Di sisi lain, angka produksi dari peternak lokal hanya mampu memenuhi sebanyak 406.000 ton atau setara 2,339 juta ekor sapi, sehingga masih ada sekitar 1,318 juta ekor sapi yang harus diimpor dari Australia.

"Database yang ada saat ini masih bersifat sektoral. Selama ini yang menjadi perhitungan adalah kebutuhan daging dihitung secara nasional, bukan berdasarkan kebutuhan di tiap daerah," ujar Direktur Eksekutif Apfindo Djoni Liano.

Di samping itu, menurut dia, swasta memerlukan dukungan dan insentif dari pemerintah, terutama terkait dengan penyediaan lahan untuk meningkatkan skala usaha. Pasalnya, jika hal ini terus diabaikan maka pemenuhan daging sapi selalu saja diselesaikan dengan cara impor.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Tri Hartini mengatakan bahwa pemerintah tengah mengembangkan dan melaksanakan konsep Sentra Peternakan Rakyat (SPR). Program ini diharapkan dapat memnuhi kebutuhan daging nasional.

“Kebutuhan daging, terutama daging sapi untuk tahun ini sekitar 545.290 ton, di mana sekitar 20% masih diimpor. Program Sentra Peternakan Rakyat diharapkan bisa memenuhi tujuan produksi daging sapi, daya saing serta kesejahteraan para peternak daging sapi,” tuturnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Perlu Khawatir Bakal...
Tak Perlu Khawatir Bakal Langka, Berikut 5 Olahan Daging Sapi yang Bisa Disimpan Lama
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
5 Ide Olahan Daging...
5 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Mudah Dibuat di Rumah, Praktis dan Lezat
Catat! Mulai 28 Februari,...
Catat! Mulai 28 Februari, Pedagang Daging Bakal Mogok Jualan
Stok Daging Surplus,...
Stok Daging Surplus, Kementan: Mestinya Harga Tidak Naik
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
2 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
3 jam yang lalu
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
3 jam yang lalu
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
4 jam yang lalu
Infografis
Daerah Asal dan Tujuan...
Daerah Asal dan Tujuan Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved