Sofjan Wanandi Nilai Positif Anggaran K/L Terserap 80%
Rabu, 04 November 2015 - 16:27 WIB
Sofjan Wanandi Nilai Positif Anggaran K/L Terserap 80%
A
A
A
JAKARTA - Ketua Staf Ahli Wakil Presiden RI Sofjan Wanandi menyatakan pemerintah hanya mampu melakukan penyerapan anggaran kementerian dan lembaga (K/L) hingga akhir tahun hanya 80%.
Namun, hal tersebut dinilai positif karena sebelumnya hanya bisa diserap 60%. Awalnya, dia menyatakan kepesimisannya soal pemerintah yang nantinya tidak akan bisa melakukan penyerapan anggaran hingga 100% sampai akhir tahun yang dilakukan kementerian dan lembaga.
Sofjan mengatakan, dia hanya optimis kalau penyerapan anggaran hanya bisa dicapai hingga 80% saja hingga akhir 2015.
"Saya pesimis kalau 100% bisa dicapai. Maksimal 80%, itu sudah bagus. Pemerintahan yang dulu-dulu hanya bisa 60%. Karena ini juga tinggal dua bulan lagi kan," ujarnya usai menghadiri acara Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2015 di JCC, Jakarta, Rabu (4/11/2015).
Menurutnya, alasan utama tidak 100% anggaran bisa diserap adalah maslaah di nomenklatur beberapa K/L. Sehingga mereka tidak mampu menggenjot anggaran dengan maksimal.
"Ngebut mereka sekarang. Sekarang terlambat karena kita enam bulan dengan nomenklatur yang diubah-ubah di beberapa depertemen sehingga kita terlambat enam bulan," tandasnya.
Namun, hal tersebut dinilai positif karena sebelumnya hanya bisa diserap 60%. Awalnya, dia menyatakan kepesimisannya soal pemerintah yang nantinya tidak akan bisa melakukan penyerapan anggaran hingga 100% sampai akhir tahun yang dilakukan kementerian dan lembaga.
Sofjan mengatakan, dia hanya optimis kalau penyerapan anggaran hanya bisa dicapai hingga 80% saja hingga akhir 2015.
"Saya pesimis kalau 100% bisa dicapai. Maksimal 80%, itu sudah bagus. Pemerintahan yang dulu-dulu hanya bisa 60%. Karena ini juga tinggal dua bulan lagi kan," ujarnya usai menghadiri acara Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2015 di JCC, Jakarta, Rabu (4/11/2015).
Menurutnya, alasan utama tidak 100% anggaran bisa diserap adalah maslaah di nomenklatur beberapa K/L. Sehingga mereka tidak mampu menggenjot anggaran dengan maksimal.
"Ngebut mereka sekarang. Sekarang terlambat karena kita enam bulan dengan nomenklatur yang diubah-ubah di beberapa depertemen sehingga kita terlambat enam bulan," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :