Wall Street Berakhir Terkoreksi Setelah Komentar Yellen

Kamis, 05 November 2015 - 08:51 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Terkoreksi Setelah Komentar Yellen
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall street berakhir balik arah terkoreksi pada Rabu waktu setempat setelah komentar Gubernur Federal Reserve (The Fed) Janet Yellen yang menunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember tahun ini.

Bursa saham terkoreksi setelah komentar Yellen, yang menyebabkan investor untuk meningkatkan proyeksi mereka mengenai kenaikan suku bunga Desember di atas 60%.

Yellen mengatakan bahwa Desember tetap ada kemungkinan untuk kenaikan suku bunga, dan Gubernur Fed New York William Dudley serta anggota voting tetap panel kebijakan The Fed mendukung Yellen.

Kepala Strategi Pasar di JonesTrading Michael O'Rourke mengatakan, pasar melakukan konsolidasi setelah reli besar.

"Keuntungan kuat selama lima pekan terakhir dan kita mengambil jeda sekarang," kata O 'Rourke, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (5/11/2015).

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 50,57 poin atau 0,28% ke 17.867,58; S&P 500 kehilangan 7,48 poin atau 0,35% ke 2.102,31 dan Nasdaq Composite turun 2,65 poin atau 0,05% ke 5.142,48.

Sektor energi di indeks S&P energi yang sesi sebelumnya mendukung kenaikan, balik arah melemah 1,0%, memimpin penurunan. Penurunan ini mengakhiri kenaikan lima hari berturut-turut, dengan saham Chevron turun 1,4% menjadi USD96,77 dan Exxon Mobil minus 1,0% menjadi USD85,98. Sementara sektor utilitas di indeks S&P naik 0,4%, menjadi sektor berkinerja terbaik hari itu.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
17 menit yang lalu
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
9 jam yang lalu
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
9 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
9 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
10 jam yang lalu
Mendorong Penguatan...
Mendorong Penguatan Tata Kelola Bank Jakarta, Serikat Karyawan Beri 4 Rekomendasi Strategis
10 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved