Pangkas Subsidi Listrik, Rakyat Miskin Bisa Jadi Korban

Kamis, 05 November 2015 - 21:33 WIB
Pangkas Subsidi Listrik,...
Pangkas Subsidi Listrik, Rakyat Miskin Bisa Jadi Korban
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta merencanakan jumlah pengurangan pelanggan listrik bersubsidi dengan cermat dan tidak gegabah. Jika tidak, rakyat miskin bisa menjadi korban.

Rencananya pemerintah akan mengurangi jumlah pelanggan listrik bersubsidi golongan tarif 450 volt ampere (VA) dan 900 VA tahun depan karena diklaim sekitar separuh dari 45 juta pelanggan bersubsidi saat ini tidak tepat sasaran.

Sekitar 20 juta pelanggan rumah tangga golongan 450 VA dan 900 VA akan dialihkan ke golongan tarif listrik nonsubsidi, yaitu 1.300 VA atau 2.200 VA. Mereka dinilai sebagai keluarga mampu yang seharusnya tidak menikmati subsidi listrik.

“Data pelanggan subsidi harus diperbaiki agar tepat dan cermat. Pemerintah tidak bisa mengedepankan untung rugi PLN sebagai penyedia layanan. Tapi bagaimana pelayanan terhadap masyarakat harus dikerjakan dengan baik,” ujar Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Abdul Aziz Khafia, dalam diskusi “Senator Kita” di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (5/11/2105).

Menurutnya, subsidi listrik terhadap masyarakat khususnya bagi yang kurang mampu harus tetap dijalankan karena merupakan amanah dari konstitusi Undang-Undang 1945, bukan sekadar program pemerintah. Masih minimnya listrik di sejumlah daerah khususnya bagi masyarakat miskin di daerah terpencil tidak relevan dengan pengurangan subsidi tahun depan.

“Masih banyak rakyat miskin yang belum mendapatkan listrik. Bagaiamana capaian itu harus diperbaiki dengan lebih akurat,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) Fabby Tumiwa berpendapat rencana pemerintah terlalu terburu-buru. Pemerintah sebaiknya memperbaiki data pelanggan secara akurat. “Lebih disosialisasikan terlebih dulu. Selain itu memperbaiki data secara akurat dalam waktu yang lebih panjang," imbuhnya.

Jika rencana pencabutan subsidi listrik golongan 450 VA dan 900 VA, kemudian dialihkan ke golongan tarif nonsubsidi, diterapkan secara tiba-tiba, dikhawatirkan terjadi gejolak di masyarakat menolak pencabutan subsidi. Fabby mengusulkan, untuk sementara pemerintah menerapkan subsidi terbatas bagi pelanggan listrik golongan 450 VA dan 900 VA.

Dia mencontohkan, dengan konsumsi listrik rata-rata pelanggan 450 VA sebesar 90 kilo watt jam (kWh) per bulan dan 130 kWh per bulan bagi pelanggan 900 VA, subsidi diberikan untuk konsumsi listrik sampai batas tertentu.

“Misal, subsidi hanya diberikan pada 50 kWh pertama yang dikonsumsi pelanggan. Itu namanya subsidi terbatas. Cara ini, di samping bisa menghemat subsidi, juga akan meningkatkan pendapatan PLN,” katanya. Pemberian subsidi dengan jumlah konsumsi listrik tertentu dianggap lebih mudah dan transparan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ternyata Tak cuma Masyarakat...
Ternyata Tak cuma Masyarakat Biasa, Kelompok Bisnis pun Dapat Subsidi Listrik
Penggunaan Kompor Listrik...
Penggunaan Kompor Listrik Dinilai hanya Pindahkan Beban dari Hilir ke Hulu
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Subsidi Listik Diperpanjang...
Subsidi Listik Diperpanjang hingga September 2020
5 Kebutuhan Masyarakat...
5 Kebutuhan Masyarakat Indonesia yang Mendapat Subsidi Pemerintah
Berita Terkini
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
50 menit yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
1 jam yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
1 jam yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
3 jam yang lalu
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
4 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved