IHSG Diramal Berada pada Kisaran 4.525-4.550
Jum'at, 06 November 2015 - 08:11 WIB
IHSG Diramal Berada pada Kisaran 4.525-4.550
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diramal akan bergerak pada kisaran 4.525-4.550 dan resisten 4.588-4.615.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, imbas pernyataan The Fed yang mengindikaskan kemungkinan akan peluang kenaikan suku bunga Fed Rate memberikan sentimen negatif.
"Langsung direspon dengan aksi jual pelaku pasar. Dalam pertemuan The Fed, Yellen menyampaikan If the incoming information supports that expectation then our statement indicates that December would be a live possibility," jelas Reza.
Meskipun menurutnya baru berupa kemungkinan dan pertimbangan awal dari The Fed yang seharusnya tidak terlalu berlebihan untuk ditanggapi, namun bagi sebagian besar pernyataan seperti itu sudah menggambarkan kepastian.
Saham-saham unggulan pun yang sebelumnya menyokong penguatan IHSG menjadi sasaran aksi jual. Ditambah rilis pertumbuhan GDP yang sebesar 4,73%.
"Dinilai di bawah estimasi yang dibarengi pelemahan kembali rupiah kian menambah sentimen negatif IHSG," pungkasnya.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, imbas pernyataan The Fed yang mengindikaskan kemungkinan akan peluang kenaikan suku bunga Fed Rate memberikan sentimen negatif.
"Langsung direspon dengan aksi jual pelaku pasar. Dalam pertemuan The Fed, Yellen menyampaikan If the incoming information supports that expectation then our statement indicates that December would be a live possibility," jelas Reza.
Meskipun menurutnya baru berupa kemungkinan dan pertimbangan awal dari The Fed yang seharusnya tidak terlalu berlebihan untuk ditanggapi, namun bagi sebagian besar pernyataan seperti itu sudah menggambarkan kepastian.
Saham-saham unggulan pun yang sebelumnya menyokong penguatan IHSG menjadi sasaran aksi jual. Ditambah rilis pertumbuhan GDP yang sebesar 4,73%.
"Dinilai di bawah estimasi yang dibarengi pelemahan kembali rupiah kian menambah sentimen negatif IHSG," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :