Asia Terpeleset, IHSG Dibuka Naik Tipis
Jum'at, 06 November 2015 - 09:06 WIB
Asia Terpeleset, IHSG Dibuka Naik Tipis
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menguat ke zona hijau, di tengah menurunnya bursa Asia. IHSG naik 9,35 poin atau 0,2% ke level 4.586,59.
IHSG kemarin ditutup di zona merah sejalan lesunya bursa Asia, IHSG melorot 35,33 poin atau 0,77% ke level 4.577,23.
Sementara pagi ini, bursa utama Asia dibuka variatif setelah Wall Street ditutup terkoreksi semalam karena saham energi terbebani oleh penurunan harga minyak mentah.
Dikutip dari Reuters, Jumat (6/11/2015), saham Asia tergelincir menjelang data ketenagakerjaan AS yang diharapkan menambah kasus untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve pada awal pekan depan.
Indeks MSCL dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun tipis. Indeks Nikkei 22 menguat 86,95 poin atau 0,45% ke 19.201,85; indeks Strait Times turun 7,51 poin atau 0,28% ke 3.014,46; indeks Hang Seng susut 221,40 poin atau 0,96% ke 22.829,64; dan indeks Shanghai positif 8,38 poin atau 0,24% ke level 3.531,44.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp249 miliar dengan 284 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,59 juta dengan aksi jual asing mencapai Rp52,52 miliar dan aksi beli Rp50,70 miliar. Tercatat 102 saham menguat, 40 saham melemah dan 41 saham stagnan.
Sektor saham hari ini mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor aneka industri naik 1,35% dan yang melemah adalah industri dasar turun 0,34%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp100 menjadi Rp6.600, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik Rp100 menjadi Rp10.825 dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) melonjak Rp500 menjadi Rp95.200.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) turun Rp300 menjadi Rp5.900, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp550 menjadi Rp47.425 dan PT Matahari Department Store melemah Rp150 menjadi Rp15.900.
IHSG kemarin ditutup di zona merah sejalan lesunya bursa Asia, IHSG melorot 35,33 poin atau 0,77% ke level 4.577,23.
Sementara pagi ini, bursa utama Asia dibuka variatif setelah Wall Street ditutup terkoreksi semalam karena saham energi terbebani oleh penurunan harga minyak mentah.
Dikutip dari Reuters, Jumat (6/11/2015), saham Asia tergelincir menjelang data ketenagakerjaan AS yang diharapkan menambah kasus untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve pada awal pekan depan.
Indeks MSCL dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun tipis. Indeks Nikkei 22 menguat 86,95 poin atau 0,45% ke 19.201,85; indeks Strait Times turun 7,51 poin atau 0,28% ke 3.014,46; indeks Hang Seng susut 221,40 poin atau 0,96% ke 22.829,64; dan indeks Shanghai positif 8,38 poin atau 0,24% ke level 3.531,44.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp249 miliar dengan 284 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,59 juta dengan aksi jual asing mencapai Rp52,52 miliar dan aksi beli Rp50,70 miliar. Tercatat 102 saham menguat, 40 saham melemah dan 41 saham stagnan.
Sektor saham hari ini mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor aneka industri naik 1,35% dan yang melemah adalah industri dasar turun 0,34%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp100 menjadi Rp6.600, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik Rp100 menjadi Rp10.825 dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) melonjak Rp500 menjadi Rp95.200.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) turun Rp300 menjadi Rp5.900, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp550 menjadi Rp47.425 dan PT Matahari Department Store melemah Rp150 menjadi Rp15.900.
(izz)
Lihat Juga :