Harga Gas Tinggi, ICW Duga PGN Langgar Toll Fee

Jum'at, 06 November 2015 - 18:12 WIB
Harga Gas Tinggi, ICW...
Harga Gas Tinggi, ICW Duga PGN Langgar Toll Fee
A A A
JAKARTA - Koordinator Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran Indonesia Corruption Watch (ICW) Firdaus Ilyas menduga, pelanggaran terhadap toll fee yang dilakukan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) atau PGN menjadi salah satu penyebab tingginya harga gas di Tanah Air.

"Pelanggaran toll fee sudah pasti membuat harga gas akan meningkat. Sebab biaya margin yang seharusnya termasuk di dalam toll fee, justru ditambahkan lagi sebagai komponen tersendiri. Tentu saja ini tidak fair, karena pada toll fee yang fair tidak ada mekansime berjenjang," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (6/11/2015).

Dia pun meminta agar BUMN gas tersebut dapat lebih mematuhi aturan yang telah dibuat, termasuk soal toll fee. Sebab, skema toll fee telah dibuat dengan sangat jelas, termasuk komponen yang berada di dalamnya.

"Kalau pun harus direvisi, bisa saja dengan memperhitungkan biaya infrastuktur ke dalam toll fee," imbuh dia.

Selain persoalan toll fee, Firdaus juga menyoroti maraknya trader berlapis, termasuk dalam tata niaga gas PGN. Keberadaan trader tersebut sudah seharusnya dihilangkan.

"Selain menyebabkan harga gas menjadi tinggi, juga mengakibatkan penerimaan negara menjadi berkurang karena margin sudah diserap para trader," tuturnya.

Menurutnya, dibutuhkan keberanian untuk merevisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 tahun 2009 tentang Kegiatan Usaha Gas Bumi Melalui Pipa. Terlebih, sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak di antara trader tersebut adalah orang-orang yang dekat dengan kekuasaan.

Permen tersebut, sambung Firdaus, membuka peluang untuk memunculkan rent seeker yang membuat praktik tata niaga gas menjadi sangat panjang dan tidak efisien. Praktik tersebut pun kerap dijumpai, termasuk di Jawa dan Sumatra.

Dalam kondisi demikian, di satu sisi end user akan membayar lebih tinggi, namun di sisi lain penerimaan negara justru berkurang. Dengan demikian tidak hanya masyarakat yang dirugikan, namun juga negara.

"Selain PLN, banyak industri yang tergantung dengan gas akan membayar lebih mahal. Misal saja industri pupuk, keramik, kaca, dan lain-lain," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dukungan Penuh Pemerintah...
Dukungan Penuh Pemerintah dalam Penguatan Pasokan Gas di Sebagian Jabar dan Sumatera
Harga Gas Turun, Serapan...
Harga Gas Turun, Serapan untuk Industri Masih Rendah
Pengumuman, PGN Akan...
Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
Komitmen PGN Pasok Gas...
Komitmen PGN Pasok Gas Bumi untuk Kelistrikan Secara Berkelanjutan
Berita Terkini
Arab Saudi Diprediksi...
Arab Saudi Diprediksi Pangkas Harga Minyak ke Asia hingga USD8 per Barel
17 menit yang lalu
Merayakan Perempuan:...
Merayakan Perempuan: Indonesia Women Fest 2026 Hadirkan Pengalaman Eksklusif Bersama BRI di ICE BSD
37 menit yang lalu
Mengulik Biang Kerok...
Mengulik Biang Kerok Terkaparnya Rupiah Lawan Dolar Singapura ke Rp14.000, Sesuai Ramalan?
48 menit yang lalu
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
55 menit yang lalu
Sucofindo Distribusikan...
Sucofindo Distribusikan 72 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia
1 jam yang lalu
LRT Jabodebek Kian Diminati,...
LRT Jabodebek Kian Diminati, Pengguna Cetak Rekor Tertinggi 129.692
1 jam yang lalu
Infografis
Kapolri Mutasi 67 Perwira...
Kapolri Mutasi 67 Perwira Tinggi dan Perwira Menengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved