HT: RI Butuh Perencanaan Ekonomi yang Matang

Sabtu, 07 November 2015 - 11:04 WIB
HT: RI Butuh Perencanaan...
HT: RI Butuh Perencanaan Ekonomi yang Matang
A A A
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) menilai, Indonesia membutuhkan perencanaan yang matang dalam menata dan mengelola perekonomian agar angka pengangguran tidak semakin membengkak.

Dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu, kendati angka pertumbuhan ekonomi naik tipis menjadi 4,73%, namun jumlah penganggur per Agustus 2015 mencapai 7,56 juta orang atau 6,18% dari total angkatan kerja. Angka ini bertambah sebesar 320.000 orang dibanding periode sama tahun sebelumnya.

"Pemerintah harus bisa cepat mengatasinya, bagaimana menciptakan lapangan kerja," katanya saat bertemu dengan kader Partai Perindo Kota Sukabumi, Jumat (6/11/2015).

Menurutnya, solusi untuk pembukaan lapangan pekerjaan bisa dalam berbagai bentuk. Di antaranya dengan mempercepat proses investasi dan memberikan bantuan kepada mereka yang ingin menjadi wirausaha.

"Tentunya pemerintah harus mengambil tindakan yang relevan, supaya pengangguran ini bisa memperoleh pekerjaan, aktivitas, supaya mereka mempunyai penghasilan," tegas dia.

Chief Executive Officer (CEO) MNC Group ini menuturkan, saat ini strategi perekonomian yang dilakukan pemerintah masih kurang maksimal, tidak tepat sasaran dan kurang cepat. Selama ini kebijakan yang diambil sifatnya reaktif, artinya saat sudah terjadi masalah baru kemudian mencari jalan keluar atas permasalahan tersebut.

Padahal, sambung HT, pemerintah seharusnya memiliki perencanaan matang untuk perekonomian Indonesia. "Jadi ada kebijakan-kebijakan yang sifatnya antisipatif dan bukan korektif. Selama ini lebih korektif," kata pria asal Jawa Timur itu.

Dia memprediksi, penerimaan pajak tahun ini tidak akan tercapai. Untuk itu dibutuhkan strategi yang jitu guna mengimbangi kekurangan penerimaan pajak.

"Pembangunan itu tergantung dari penerimaan pajak. Dari sekarang harus betul-betul diputuskan apa yang harus dilakukan untuk mengimbangi kekurangan penerimaan pajak," pungkasnya.

Sebagai informasi, realisasi pemasukan pajak negara sampai 4 November 2015 baru mencapai Rp774,4 triliun atau 59,84% dari target keseluruhan sebesar Rp1.294 triliun.

Baca:

PHK Besar-besaran Sebabkan Jumlah Pengangguran Melonjak

Ekonomi RI 4,73% Belum Sanggup Serap Angkatan Kerja
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Movieland Dorong Pertumbuhan...
Movieland Dorong Pertumbuhan Perfilman Nasional, HT: Beberapa Produksi Hollywood Dikerjasamakan
HT Tegaskan Sulsel dan...
HT Tegaskan Sulsel dan Sumut Harus Jadi Lumbung Suara Partai Perindo
Apresiasi Natal Nasional...
Apresiasi Natal Nasional 2023 di Surabaya Sukses, HT: Ramai Sekali
Hary Tanoesoedibjo:...
Hary Tanoesoedibjo: Ekonomi RI Akan Segera Pulih
Harapan Hary Tanoe di...
Harapan Hary Tanoe di HUT Soulyu
Hary Tanoesoedibjo:...
Hary Tanoesoedibjo: Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Digitalisasi Perlu Perhatian Khusus
Berita Terkini
Menko Airlangga Soal...
Menko Airlangga Soal Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo: Yang Penting Institusinya
7 menit yang lalu
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan usai Bos BI Mundur, Begini Arahannya
45 menit yang lalu
BPDP dan RPN Dorong...
BPDP dan RPN Dorong UMKM Jadi Penggerak Hilirisasi Pangan Berbasis Sawit
1 jam yang lalu
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
1 jam yang lalu
Rights Issue, cashUP...
Rights Issue, cashUP Siapkan Modal Baru untuk Perluasan Ekosistem Merchant
1 jam yang lalu
PLN EPI Dorong Standardisasi...
PLN EPI Dorong Standardisasi Biomassa, Efisiensi Rantai Pasok Jadi Penentu
2 jam yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved