IHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 4.415-4.500
Minggu, 08 November 2015 - 14:59 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 4.415-4.500
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan depan diperkirakan akan bergerak di kisaran support 4.415-4.500 dan resisten 4.600-4.625.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan laju IHSG mencoba bertahan dari pelemahannya, meski belum dapat menyentuh target resisten sebelumnya.
"Kondisi ini dapat berlanjut penguatannya jika sepanjang pekan depan diselimuti sentimen-sentimen positif," ujarnya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (8/11/2015).
Kendati demikian, Reza menjelaskan, masih maraknya aksi profit taking (ambil untung) dan masih adanya beberapa utang gap yang belum terpenuhi dapat menjadi penghalang IHSG dapat menguat. "Namun demikian, tetap antisipasi sentimen yang akan datang," ucapnya.
Dihubungi terpisah, Analis Reliance Securities, Lanjar Nafi mengatakan, sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan indeks, yaitu neraca perdagangan China yang rilis di bawah ekspektasi pada bulan lalu.
"Kemudian, pada pekan depan adanya data tingkat inflasi serta penjualan ritel di China, perdagangan Eropa, dan ada pengumuman GDP di Jerman," pungkasnya.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan laju IHSG mencoba bertahan dari pelemahannya, meski belum dapat menyentuh target resisten sebelumnya.
"Kondisi ini dapat berlanjut penguatannya jika sepanjang pekan depan diselimuti sentimen-sentimen positif," ujarnya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (8/11/2015).
Kendati demikian, Reza menjelaskan, masih maraknya aksi profit taking (ambil untung) dan masih adanya beberapa utang gap yang belum terpenuhi dapat menjadi penghalang IHSG dapat menguat. "Namun demikian, tetap antisipasi sentimen yang akan datang," ucapnya.
Dihubungi terpisah, Analis Reliance Securities, Lanjar Nafi mengatakan, sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan indeks, yaitu neraca perdagangan China yang rilis di bawah ekspektasi pada bulan lalu.
"Kemudian, pada pekan depan adanya data tingkat inflasi serta penjualan ritel di China, perdagangan Eropa, dan ada pengumuman GDP di Jerman," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :