USD Makin Gagah, Rupiah Dibuka Letoy
Senin, 09 November 2015 - 09:53 WIB
USD Makin Gagah, Rupiah Dibuka Letoy
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan awal pekan ini dibuka terperosok di tengah menguatnya dolar Amerika Serikat (USD) di perdagangan Asia.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah dibuka berada pada posisi Rp13.672/USD. Posisi tersebut terdepresiasi 109 poin dibanding posisi kemarin di Rp13.563/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.683/USD, terapresiasi 133 poin dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.550/USD.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp13.674/USD atau melorot 110 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.543/USD.
Sepert dikutip dari Reuters, USD tetap tinggi diperdagangan Asia hari ini setelah melonjak ke tingkat tertiinggi hampir tujuh bulan terhadap sekerangjang mata uang sebagai data tenaga kerja yang kuat mendorong lebih bannya investor pada kenaikan suku bunga tahun ini.
Bahkan, menjelasng data tenaga kerja yang kuat, beberapa investor mulai bertaruh pada kenaikan tarif. Spekulan didukung taruhan bullish pada USD dalam sepekan sejak 3 November, menunjukkan kenaikan USD ke tingkat tertinggi dalam lebih dari dua bulan.
Indeks USD terhadap sekeranjang enam mata uang utama naik sekitar 0,1%. Pada pertemuan Bank Sentralo Eropa lalu, Presiden ECB Mario Draghi mengindikan bahwa bank sentral sedang serius mempertimbangkan untuk memperluas program pembelian obligasi dan mungkin akan menurunkan suku bunga deposito yang sudah negatif.
Perbedaan ekspektasi kebijakan moneter menekan euro yang turun 0,1% ke level 1.0730 setelah jatuh ke level terendah dalam tujuh bulan pada akhir pekan kemarin di level 1.0704.
Dolar juga menguat terhadap mata uang Jepang sebesar 0,1% menjad 123,25, setelah naik setinggi 123,35 pada awal sesi Asia, atau tertingi sejak akhir Agustus.
Dolar Asutralia tergelincir 0,1% menjadi 0,7034 setelah sebelumnya jatuh terendah sejak awal Oktober.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah dibuka berada pada posisi Rp13.672/USD. Posisi tersebut terdepresiasi 109 poin dibanding posisi kemarin di Rp13.563/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.683/USD, terapresiasi 133 poin dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.550/USD.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp13.674/USD atau melorot 110 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.543/USD.
Sepert dikutip dari Reuters, USD tetap tinggi diperdagangan Asia hari ini setelah melonjak ke tingkat tertiinggi hampir tujuh bulan terhadap sekerangjang mata uang sebagai data tenaga kerja yang kuat mendorong lebih bannya investor pada kenaikan suku bunga tahun ini.
Bahkan, menjelasng data tenaga kerja yang kuat, beberapa investor mulai bertaruh pada kenaikan tarif. Spekulan didukung taruhan bullish pada USD dalam sepekan sejak 3 November, menunjukkan kenaikan USD ke tingkat tertinggi dalam lebih dari dua bulan.
Indeks USD terhadap sekeranjang enam mata uang utama naik sekitar 0,1%. Pada pertemuan Bank Sentralo Eropa lalu, Presiden ECB Mario Draghi mengindikan bahwa bank sentral sedang serius mempertimbangkan untuk memperluas program pembelian obligasi dan mungkin akan menurunkan suku bunga deposito yang sudah negatif.
Perbedaan ekspektasi kebijakan moneter menekan euro yang turun 0,1% ke level 1.0730 setelah jatuh ke level terendah dalam tujuh bulan pada akhir pekan kemarin di level 1.0704.
Dolar juga menguat terhadap mata uang Jepang sebesar 0,1% menjad 123,25, setelah naik setinggi 123,35 pada awal sesi Asia, atau tertingi sejak akhir Agustus.
Dolar Asutralia tergelincir 0,1% menjadi 0,7034 setelah sebelumnya jatuh terendah sejak awal Oktober.
(izz)