Tower Bersama Dapat Pinjaman Rp3,7 Triliun

Selasa, 10 November 2015 - 10:56 WIB
Tower Bersama Dapat...
Tower Bersama Dapat Pinjaman Rp3,7 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menandatangani pinjaman sebesar USD275 juta atau setara Rp3,71 triliun (Rp13.500/USD).

Presiden Direktur TBIG Hardi Wijaya Liong mengatakan, ini merupakan pinjaman dengan tenor terpanjang dan termurah sejauh ini.

"Kami sangat senang bahwa begitu banyak kreditor yang terus berkomitmen untuk bisnis kami karena mereka memahami bahwa kontrak jangka panjang kami yang terjamin dari operator-operator telekomunikasi yang memiliki rating tinggi menyediakan cakupan yang sangat baik atas semua biaya utang masa depan kami," kata Hardi dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (10/11/2015).

Fasilitas pinjaman ini pada awalnya direncanakan sebesar USD200 juta, namun ditingkatkan menjadi USD275 juta setelah komitmen yang diterima dari bank-bank membuat fasilitas ini lebih dari empat kali oversubscribed.

"Bank-bank kreditor kami menganggap pinjaman kami seolah-olah adalah utang negara yang dapat dibuktikan dengan tingkat suku bunga kami yang sebanding dengan BUMN. Hal ini masuk akal mengingat 84% dari pendapatan kami adalah pendapatan kontrak jangka panjang dari operator-operator telekomunikasi yang pada dasarnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Qatar," tutur dia.

Sebanyak 10 bank yang diundang untuk memberikan fasilitas ini menyediakan setidaknya masing-masing USD25 juta. Fasilitas pinjaman memiliki jatuh tempo bullet pada 5 tahun dan 8 bulan dengan suku bunga Libor ditambah 200 basis poin, dan ditambah dengan biaya dimuka sebesar 1,25%.

Memperhitungkan semua hal tersebut, fasilitas ini adalah fasilitas dengan suku bunga terendah yang telah dimiliki TBIG sampai sekarang.

"Sekali lagi, harga rendah fasilitas utang kami mencerminkan pemahaman mendalam mengenai risiko kredit untuk bisnis kami yang sangat rendah dan para kreditur kami tetap nyaman dengan tingkat leverage kami di level ~5x untuk rasio utang bersih terhadap EBITDA," akunya.

Sementara itu, Direktur Keuangan TBIG Helmy Yusman Santoso menjelaskan, sebagai keberlanjutan dari strategi lindung nilai perseroan yang dimulai pada 2010, TBIG telah melakukan lindung nilai fasilitas baru dari risiko nilai tukar dan seluruh pokok utang saat ini telah terlindung nilai menggunakan instrumen lindung nilai.

"Dengan perlindungan tambahan dari pendapatan USD40 juta per tahun dari pendapatan kontrak jangka panjang yang kami terima dalam mata uang USD. Semua instrumen derivatif lindung nilai kami sesuai dengan jatuh tempo utang," ujarnya.

Dia mempercayai strategi lindung nilai bijaksana perseroan telah tepat dan telah sekali lagi terbukti sangat efektif dalam melindungi TBIG dari pergerakan niliai tukar rupiah.

Fasilitas ini menggantikan pinjaman jangka pendek fasilitas C yang ada, yang merupakan bagian dari fasilitas pinjaman unsecured term dan revolving yang ditandatangani pada November 2014.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
TBIG Fokus di Pertumbuhan...
TBIG Fokus di Pertumbuhan Secara Organik
TBIG Resmi Terbitkan...
TBIG Resmi Terbitkan Obligasi Rp700 Miliar
TBIG Donasikan Puluhan...
TBIG Donasikan Puluhan Ribu Masker, Alat Medis hingga Paket Sembako
Tahun Ini, TBIG Fokus...
Tahun Ini, TBIG Fokus di Perluasan Jaringan 4G
Rumah Batik dan Perjuangan...
Rumah Batik dan Perjuangan Menaklukan Keterbatasan
TBIG Salurkan Bantuan...
TBIG Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Mamuju-Majene
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
44 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved