Pertamina Diminta Prioritaskan Pengusaha Lokal

Selasa, 10 November 2015 - 12:44 WIB
Pertamina Diminta Prioritaskan...
Pertamina Diminta Prioritaskan Pengusaha Lokal
A A A
JAKARTA - Pengamat dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng mengatakan, PT Pertamina seharusnya lebih memprioritaskan pengusaha lokal dalam menggarap proyek-proyek perseroan.

Menurutnya, jika Pertamina benar mengabaikan pengusaha lokal, berarti sudah mengabaikan tugas utamanya sebagai bagian dari BUMN.

"Pertamina sebagai bagian dari BUMN penggerak ekonomi, partnernya harus memprioritaskan lokal anak bangsa, karena itu sebagai bentuk memajukan usaha nasional, sehingga harus dikerjakan pengusaha nasional, agar bangsa Indonesia maju dan bangkit bersama bangsa Asia lainnya," kata dia dalam rilisnya, Selasa (10/11/2015).

Alasan lainnya, kata dia, karena modal Pertamina maupun BUMN lainnya didukung pemerintah, sehingga patrner harus lokal. "Ini harus berlaku di semua BUMN. Sebab BUMN itu memang mendapatkan penyertaan modal negara (PMN), sehingga dalam belanja dan usahanya sebaiknya tetap harus mengutamakan pengusaha lokal," jelasnya.

Meski demikian, Pertamina boleh saja menggunakan pengusaha asing jika memang pengusaha lokal tidak memenuhi syarat. Secara keseluruhan, kerja sama yang dilakukan Pertamina maupun BUMN harus dievaluasi, apakah partner-partner BUMN lebih banyak pengusaha nasional atau asing.

Hal tersebut sangat penting dilakukan, karena tugas BUMN adalah menyejahterakan rakyat. "Jangan-jangan partner BUMN-BUMN kita asing," ujar Salamuddin.

Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Revrisond Baswir mengatakan, Pertamina perlu mengedepankan pengusaha-pengusaha lokal untuk melaksanakan proyek-proyeknya.

"Tentu Pertamina perlu memprioritaskan pengusaha lokal. Tapi kalau Pertamina menyerahkan proyek ke asing, harus dilihat secara menyeluruh," katanya.

Namun, dia tetap menyarankan agar Pertamina profesional, dalam arti tetap mempertimbangkan persyaratan-persyaratan lain dalam pengerjaan proyek. Misalnya kesiapan teknologi hingga kalkulasi lainnya yang juga mesti dijadikan pertimbangan.

"Tidak masalah kalau Pertamina menyerahkan proyek ke asing, yang penting tetap mengikuti proses tender, dan tetap professional. Apabila ada anak bangsa yang mampu, seharusnya bisa diikutsertakan," tadnasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved