Wall Street Alami Pekan Terburuk Sejak Agustus

Sabtu, 14 November 2015 - 11:03 WIB
Wall Street Alami Pekan...
Wall Street Alami Pekan Terburuk Sejak Agustus
A A A
NEW YORK - Wall Street ditutup turun tajam pada Jumat waktu setempat dan menjadi pekan terburuk sejak Agustus, terluka oleh aksi jual saham teknologi, sementara saham department store turun di tengah kekhawatiran tentang musim belanja mendatang.

Setelah bel, indeks saham berjangka Amerika Serikat (AS) mencapai posisi terendah dengan volume ringan karena pelaku pasar khawatir atas serangan mematikan di Paris.

"Aspek geopolitik selalu mempengaruhi, dan apa pun yang menjadi berita utama akan menarik order pembelian cukup cepat," kata Presiden Alan B. Lancz & Associates Inc Alan Lancz, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (14/11/2015).

Komponen di Dow, saham Cisco anjlok 5,8% setelah memberikan perkiraan tipis karena melambatnya pesanan dan pengeluaran di luar AS. Yang menjadi hambatan terbesar lainnya adalah sektor teknologi di S&P 500 dan Nasdaq, termasuk saham Apple dan Facebook.

Sektor teknologi di indeks S&P jatuh 2,01%, dengan saham Apple turun 2,92% dan saham Facebook merosot 3,77%, menjadi hari terburuk dalam lebih dari satu bulan.

Sementara retail terkena laporan mengecewakan dari rantai department store. Nordstrom menurunkan proyeksi setahun penuh pada Kamis, ini manambah ketakutan investor setelah Macy memangkas proyeksi pada Rabu lalu.

Selain itu, data menunjukkan penjualan retail AS naik kurang dari yang diharapkan pada Oktober, menunjukkan perlambatan belanja konsumen.

Saham konsumen telah menjadi titik terang tahun ini karena lemahnya harga komoditas, kekhawatiran perlambatan global dan mengantisipasi kenaikan suku bunga AS, yang telah melanda sebagian besar saham, terutama dari sektor komoditas, energi dan industri.

Dow Jones Industrial Average turun 1,16% menjadi berakhir pada 17.245,24; indeks S&P 500 kehilangan 1,12% menjadi 2.023,04; dan Nasdaq Composite turun 1,54% menjadi 4.927,88.

Ketiga indeks utama membukukan minggu terburuk sejak Agustus, ketika kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi dan pasar saham China membanting harga aset global.

Dow kehilangan 3,7% sepanjang pekan ini, indeks S&P 500 anjlok 3,6% dan Nasdaq merosot 4,3%. Sementara sekitar 7,7 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, jauh di atas rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebanyak 7,1 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
6 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
6 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
6 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
7 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
7 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
7 jam yang lalu
Infografis
10 Momen Kekhilafan...
10 Momen Kekhilafan Terburuk dalam Sejarah Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved