Laju Penguatan IHSG Diprediksi Tertahan
Senin, 16 November 2015 - 08:05 WIB
Laju Penguatan IHSG Diprediksi Tertahan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi peluang kenaikan cenderung masih tertahan seiring masih adanya imbas pelemahan pada sejumlah laju bursa saham Asia.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, hal itu juga dibarengi dengan masih adanya sebagian pelaku pasar yang cenderung melakukan aksi jual.
"Beruntungnya IHSG masih dapat bertahan di tengah terpaan sentimen negatif. Kondisi ini tentunya menjadi harapan kami terhadap laju IHSG agar dapat melanjutkan penguatannya," ujarnya di Jakarta, Senin (16/11/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.420-4.461 dan resisten 4.512-4.528. Laju IHSG akhir pekan lalu sempat di area target support 4.425-4.448 dan juga sempat berada di area target resisten 4.488-4.512 meski berakhir di bawah target level tersebut.
"Laju IHSG mengakhiri pekan kemarin di teritori positif melanjutkan penguatan sebelumnya. Pelaku pasar tampak tidak terpengaruh dengan negatifnya penutupan laju bursa saham AS dan Eropa," jelas Reza.
Sebelumnya, timbul kekhawatiran laju IHSG dapat mengalami pelemahan setelah terimbas sentiment negatif dari rilis industrial production Zona Euro yang turun dan kembali melemahnya harga minyak dunia.
Apalagi, ditambah dengan laju bursa saham Asia yang turut mengalami pelemahan menjadi faktor yang dapat menekan IHSG. Belum lagi laju rupiah yang berbalik melemah juga dapat menjadi penghalang kenaikan IHSG.
"Berkurangnya aksi jual asing tidak terimbangi dengan laju rupiah yang berbalik melemah. Asing kembali nett sell (dari net sell Rp397,09 miliar menjadi net sell Rp76,78 miliar)," pungkasnya.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, hal itu juga dibarengi dengan masih adanya sebagian pelaku pasar yang cenderung melakukan aksi jual.
"Beruntungnya IHSG masih dapat bertahan di tengah terpaan sentimen negatif. Kondisi ini tentunya menjadi harapan kami terhadap laju IHSG agar dapat melanjutkan penguatannya," ujarnya di Jakarta, Senin (16/11/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.420-4.461 dan resisten 4.512-4.528. Laju IHSG akhir pekan lalu sempat di area target support 4.425-4.448 dan juga sempat berada di area target resisten 4.488-4.512 meski berakhir di bawah target level tersebut.
"Laju IHSG mengakhiri pekan kemarin di teritori positif melanjutkan penguatan sebelumnya. Pelaku pasar tampak tidak terpengaruh dengan negatifnya penutupan laju bursa saham AS dan Eropa," jelas Reza.
Sebelumnya, timbul kekhawatiran laju IHSG dapat mengalami pelemahan setelah terimbas sentiment negatif dari rilis industrial production Zona Euro yang turun dan kembali melemahnya harga minyak dunia.
Apalagi, ditambah dengan laju bursa saham Asia yang turut mengalami pelemahan menjadi faktor yang dapat menekan IHSG. Belum lagi laju rupiah yang berbalik melemah juga dapat menjadi penghalang kenaikan IHSG.
"Berkurangnya aksi jual asing tidak terimbangi dengan laju rupiah yang berbalik melemah. Asing kembali nett sell (dari net sell Rp397,09 miliar menjadi net sell Rp76,78 miliar)," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :