Euro Merosot Pasca Tragedi Paris, Rupiah Dibuka Melorot
Senin, 16 November 2015 - 09:51 WIB
Euro Merosot Pasca Tragedi Paris, Rupiah Dibuka Melorot
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan ini dibuka melorot di tengah melemahnya euro terhadap USD setelah terjadi tragedi penembakan dan peledakan di Paris, Prancis pada Jumat kemarin.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.746/USD. Posisi tersebut negatif 71 poin dibanding posisi pekan lalu di Rp13.675/USD. (Baca: Rentan Sentimen Negatif, Rupiah Diramal Sulit Menguat).
Rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp13.752/USD. Posisi itu terdepresiasi dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.685/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.732/USD, melemah 99 poin dari posisi kemarin di level Rp13.633/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.744/USD. Posisi itu terkoreksi 64 poin dibanding sebelumnya pada level Rp12.680/USD.
Sementara euro tergelincir di awal perdagangan hari ini terhadap perdagangan valuta asing setelah serangan peledakan dan penembakan di Paris yang menewaskan lebih dari 130 orang.
Euro turun 0,5% menjadi 1,0727/USD dan turun 0,6% terhadap yen menjadi 131,25. Dolar juga lebih lembut terhadap yen berada di level 122,32.
"Pasar mata uang telah merespon kekejaman di Paris selama akhir pekan," kata kepala strategi mata uang di Commonwealth Bank of Australia Richard Grace seperti dikutip dari Reuters, Senin (16/11/2015).
Sebagian besar perdagangan forex telah memudar di New York pada saat serangan dimulai pada Jumat malam.
Polisi pada Minggu meluncurkan perburuan internasional untuk orang yang mereka percaya mungkin telah membantu mengatur serangan mematikan dengan dua saudaranya di Belgia.
Tidak ada tanda-tanda kepanikan di pasar. Dolar Australia sering dijual pada saat pasar stres, namun segera stabil. Itu terakhir berada 0,7128 dolar Australia dibandingkan pada Jumat kemarin.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.746/USD. Posisi tersebut negatif 71 poin dibanding posisi pekan lalu di Rp13.675/USD. (Baca: Rentan Sentimen Negatif, Rupiah Diramal Sulit Menguat).
Rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp13.752/USD. Posisi itu terdepresiasi dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.685/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.732/USD, melemah 99 poin dari posisi kemarin di level Rp13.633/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.744/USD. Posisi itu terkoreksi 64 poin dibanding sebelumnya pada level Rp12.680/USD.
Sementara euro tergelincir di awal perdagangan hari ini terhadap perdagangan valuta asing setelah serangan peledakan dan penembakan di Paris yang menewaskan lebih dari 130 orang.
Euro turun 0,5% menjadi 1,0727/USD dan turun 0,6% terhadap yen menjadi 131,25. Dolar juga lebih lembut terhadap yen berada di level 122,32.
"Pasar mata uang telah merespon kekejaman di Paris selama akhir pekan," kata kepala strategi mata uang di Commonwealth Bank of Australia Richard Grace seperti dikutip dari Reuters, Senin (16/11/2015).
Sebagian besar perdagangan forex telah memudar di New York pada saat serangan dimulai pada Jumat malam.
Polisi pada Minggu meluncurkan perburuan internasional untuk orang yang mereka percaya mungkin telah membantu mengatur serangan mematikan dengan dua saudaranya di Belgia.
Tidak ada tanda-tanda kepanikan di pasar. Dolar Australia sering dijual pada saat pasar stres, namun segera stabil. Itu terakhir berada 0,7128 dolar Australia dibandingkan pada Jumat kemarin.
(izz)