Optimisme Pemimpin Bisnis Asia Jatuh ke Rekor Terendah

Senin, 16 November 2015 - 14:54 WIB
Optimisme Pemimpin Bisnis...
Optimisme Pemimpin Bisnis Asia Jatuh ke Rekor Terendah
A A A
MANILA - Optimisme di kalangan pemimpin bisnis Asia jatuh ke rekor terendah meski sinyal pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut diperkirakan akan tumbuh.

Menurut survei tahunan oleh eksekutif PwC yang menghadiri Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik, Hahnya 28% dari para pemimpin bisnis regional yang sangat yakin perusahaan mereka akan melihat pertumbuhan pendapatan dalam 12 bulan ke depan, turun dari tahun lalu sebanyak 46%.

Survei menyebutkan, kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi China dan gejolak pasar yang berasal dari terjunnya saham China pada musim panas ini memangkas keyakinan mereka.

Ekonomi terbesar kedua di dunia berada pada jalur pertumbuhan paling lambat dalam seperempat abad tahun ini. Kekhawatiran jatuhnya perekonomian China mendorong aksi jual di pasar saham yang menggoncang pasar keuangan dunia dan menghapus nilai pasar saham negera itu sekitar USD4 triliun.

Meski begitu, adanya keyakinan bahwa Asia akan keluar dari perlambatan dan pertumbuhan akan menyapa tahun depan. Direktur Pendukung Kebijakan APEC Denis Hew mengatakan, ekspansi ekonomi di kawasan Asia-Pasifik kemungkinan akan tumbuh menjadi 3,4% pada 2016 dari 3,1% tahun tahun ini. Pertumbuhan ekonomi tahun lalu sebesar 3,4%.

Meskipun mereka pesimistis, sebanyak 53% dari eksekutif yang disurvei mengatakan bahwa mereka berencana meningkatkan investasi dalam 12 bulan ke depan, dengan 68% dari dana diarahkan untuk kawasan APEC.

"Dalam catatan yang positif, investasi mereka sekarang kemungkinan lebih tersebar karena perlambatan di China," kata Ketua PwC Filipina Alexander Cabrera, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (16/11/2015).

Menurut dia, China, Amerika Serikat (AS) dan Indonesia tetap menjadi sumber utama pertumbuhan tidak jauh di belakang Vietnam, Filipina dan Thailand.
(rna)
Berita Terkait
5 Strategi Pemulihan...
5 Strategi Pemulihan Ekonomi ASEAN dari Dampak Covid-19
Ekonomi Asia Mulai Bangkit,...
Ekonomi Asia Mulai Bangkit, Bagaimana dengan Indonesia?
IMF: Jika Ekonomi Global...
IMF: Jika Ekonomi Global Terbelah, Asia Jadi Pecundang Terbesar
Ekonomi Membaik, Repower...
Ekonomi Membaik, Repower Asia Bidik Penjualan Rp147,96 Miliar
Perlindungan Alam di...
Perlindungan Alam di Asia Tenggara Berpotensi Tumbuhkan Ekonomi
Diplomat AS dan Eropa...
Diplomat AS dan Eropa Desak Sri Lanka Cabut Status Keadaan Darurat
Berita Terkini
Eropa Butuh Rp182,5...
Eropa Butuh Rp182,5 Triliun demi Mengamankan Pasokan 250 Kargo Gas Alam Cair
57 menit yang lalu
Tarif Impor Terbaru...
Tarif Impor Terbaru Trump Hantam Negara-negara Termiskin, Bagaimana Nasibnya
2 jam yang lalu
KAI Group Angkut 16,3...
KAI Group Angkut 16,3 Juta Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2025
4 jam yang lalu
Harga Minyak Ikut Lunglai...
Harga Minyak Ikut Lunglai Terpukul Tarif Resiprokal Trump
5 jam yang lalu
Pascalebaran, Harga...
Pascalebaran, Harga Beras, Bawang, Cabai, hingga Daging Mulai Turun
6 jam yang lalu
Mereda, Harga Emas Antam...
Mereda, Harga Emas Antam Hari Ini Turun ke Rp1.819.000 per Gram
6 jam yang lalu
Infografis
Houthi Tembak Jatuh...
Houthi Tembak Jatuh Drone AS dengan Rudal Buatan Lokal
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved