IHSG Sepanjang Tahun Ini Sudah Minus 13,8%
Kamis, 19 November 2015 - 12:31 WIB
IHSG Sepanjang Tahun Ini Sudah Minus 13,8%
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini mencatatkan minus sebesar 13,8% sejak awal 2015.
"Di sektor pasar modal secara umum kinerja tahun ini boleh dikatakan masih minus year to date 13,8%, tapi terus tunjukan basis makin menguat tiap hari," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Jakarta, Kamis (19/11/2015).
Dia mengemukakan, IHSG pada September lalu terperosok cukup dalam hingga menuju level terendah tahun ini pada 4.178. Namun, semakin ke sini, pergerakan IHSG makin baik. (Baca: Rupiah Siang Ini Berkilau, IHSG Ditutup Menghijau)
"Hingga hari ini terus menguat, sampai 17 November kemarin di level 4.500. Namun, pergerakan IHSG sampai akhir tahun dibayangi berbagai hal, seperti suku bunga di Amerika Serikat," katanya.
Kendati IHSG melemah, Muliaman menjelaskan, kinerja pasar modal Tanah Air masih cukup baik. Itu terlihat dari masih meningkatnya nilai penawaran umum perdana saham (IPO) dan surat utang.
"Meskipun melemah kinerja pasar modal sebagai alternatif sumber pembiayaan positif dibanding tahun lalu. Nilai IPO, right issue, obligasi, dan sukuk naik 12,5% mencapai Rp108,7 triliun pada 17 November," jelas dia.
Peningkatan ini, Muliaman menjelaskan, didorong oleh optimisme investor terhadap perekonomian Indonesia ke depannya. Selain itu, nilai aktiva bersih reksa dana yang juga naik.
"Reksa dana per 17 November, nilai aktiva bersih naik 9,45% jadi Rp264,5 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah produk reksa dana dan unit penyertaan juga alami peningkatan," pungkasnya.
"Di sektor pasar modal secara umum kinerja tahun ini boleh dikatakan masih minus year to date 13,8%, tapi terus tunjukan basis makin menguat tiap hari," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Jakarta, Kamis (19/11/2015).
Dia mengemukakan, IHSG pada September lalu terperosok cukup dalam hingga menuju level terendah tahun ini pada 4.178. Namun, semakin ke sini, pergerakan IHSG makin baik. (Baca: Rupiah Siang Ini Berkilau, IHSG Ditutup Menghijau)
"Hingga hari ini terus menguat, sampai 17 November kemarin di level 4.500. Namun, pergerakan IHSG sampai akhir tahun dibayangi berbagai hal, seperti suku bunga di Amerika Serikat," katanya.
Kendati IHSG melemah, Muliaman menjelaskan, kinerja pasar modal Tanah Air masih cukup baik. Itu terlihat dari masih meningkatnya nilai penawaran umum perdana saham (IPO) dan surat utang.
"Meskipun melemah kinerja pasar modal sebagai alternatif sumber pembiayaan positif dibanding tahun lalu. Nilai IPO, right issue, obligasi, dan sukuk naik 12,5% mencapai Rp108,7 triliun pada 17 November," jelas dia.
Peningkatan ini, Muliaman menjelaskan, didorong oleh optimisme investor terhadap perekonomian Indonesia ke depannya. Selain itu, nilai aktiva bersih reksa dana yang juga naik.
"Reksa dana per 17 November, nilai aktiva bersih naik 9,45% jadi Rp264,5 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah produk reksa dana dan unit penyertaan juga alami peningkatan," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :