BUMN Tak Akan Ambil Saham Freeport jika Kemahalan
Jum'at, 20 November 2015 - 20:15 WIB
BUMN Tak Akan Ambil Saham Freeport jika Kemahalan
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengemukakan, pihaknya tidak akan mengambil pengurangan sebagian saham (divestasi) PT Freeport Indonesia jika harga yang ditawarkan ketinggian.
"Kalau harga terlalu tinggi ya tidak bisa kita lakukan," ujarnya dalam perjalanan menuju Karimun Jawa, Jumat (20/11/2015). (Baca: ESDM: Harga Saham Freeport Tak Semahal Gudang Garam)
Rini menjelaskan, belum ada hitungan dana yang akan dikeluarkan perusahaan milik negara untuk menyerap divestasi perusahaan tambang raksasa asal negeri Paman Sam itu. (Baca: Luhut Akui Banyak Desakan Perpanjang Kontrak Freeport)
"Freeport hasilnya apa? Ya, belum ada hitungannya. Mereka yang mau jual, bukan dari kita, tidak boleh ngomong harganya, tunggu yang mau jual berapa harganya," jelasnya.
Adapun, Rini memastikan, dua perusahaan pelat merah yang akan menyerap divestasi Freeport Indonesia, adalah Inalum dan Antam. "Inalum sudah siapkan, tapi belum tahu harganya, penjual (Freeport Indonesia) belum berikan harga," paparnya.
Perkembangan divestasi Freeport Indonesia, lanjut Rini, masih dalam tahap penyampaian surat dari perusahaan Amerika Serikat tersebut.
"Oktober dikatakan itu di Kementerian ESDM, kami dari BUMN miliki 9,26%. Dari Freeport tulis surat ke ESDM, kami berminat kalau ada divestasi dari Freeport," tandasnya. (Baca: Jatam: Polemik Freeport Banyak Dimainkan di Ruang Gelap)
"Kalau harga terlalu tinggi ya tidak bisa kita lakukan," ujarnya dalam perjalanan menuju Karimun Jawa, Jumat (20/11/2015). (Baca: ESDM: Harga Saham Freeport Tak Semahal Gudang Garam)
Rini menjelaskan, belum ada hitungan dana yang akan dikeluarkan perusahaan milik negara untuk menyerap divestasi perusahaan tambang raksasa asal negeri Paman Sam itu. (Baca: Luhut Akui Banyak Desakan Perpanjang Kontrak Freeport)
"Freeport hasilnya apa? Ya, belum ada hitungannya. Mereka yang mau jual, bukan dari kita, tidak boleh ngomong harganya, tunggu yang mau jual berapa harganya," jelasnya.
Adapun, Rini memastikan, dua perusahaan pelat merah yang akan menyerap divestasi Freeport Indonesia, adalah Inalum dan Antam. "Inalum sudah siapkan, tapi belum tahu harganya, penjual (Freeport Indonesia) belum berikan harga," paparnya.
Perkembangan divestasi Freeport Indonesia, lanjut Rini, masih dalam tahap penyampaian surat dari perusahaan Amerika Serikat tersebut.
"Oktober dikatakan itu di Kementerian ESDM, kami dari BUMN miliki 9,26%. Dari Freeport tulis surat ke ESDM, kami berminat kalau ada divestasi dari Freeport," tandasnya. (Baca: Jatam: Polemik Freeport Banyak Dimainkan di Ruang Gelap)
(dmd)
Lihat Juga :