USD Melesat, Rupiah Berakhir Merosot

Senin, 23 November 2015 - 17:02 WIB
USD Melesat, Rupiah...
USD Melesat, Rupiah Berakhir Merosot
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini ditutup merosot tajam di tengah melesatnya USD terhadap euro.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.640/USD, dengan kisaran harian Rp13.574-Rp13.788/USD. Posisi tersebut negatif 25 poin dibanding posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.615/USD.

Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.837/USD. Posisi itu merosot 201 poin dibanding sebelumnya pada level Rp13.636/USD.

Rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.722/USD. Posisi itu terdepresiasi 99 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.623/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.696/USD. Posisi ini menguat 43 poin dari pekan kemarin di level Rp13.739/USD.

Sementara euro memperpanjang kerugian terhadap USD pada Senin, mengalami koreksi terendah dalam tujuh bulan terhadap mata uang AS, di tengah ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan meningkat stimulus moneternya pada bulan depan.

Euro terhadap USD berada pada 1,0611/14, turun 0,3% pada hari ini. Euro merosot ke 1,0600 pada satu titik di trading platform EBS, level terendah sejak April.

"Pandangan kami euro tetap negatif," kata ahli strategi valuta asing di Credit Suisse Heng Koon How, seperti dilansir dari Reuters, Senin (23/11/2015).

Terhadap mata uang Jepang, euro jatuh ke 130,57 pada satu titik di trading platform EBS, level terendah sejak April. "Euro nampaknya tetap melemah menuju ke pertemuan (ECB)," kata analis Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Teppei Ino.

Euro menyentuh level terendah empat bulan terhadap dolar Australia di 1,4679, tapi kemudian pulih karena koreksi harga komoditas membebani dolar Australia.

Dolar Australia jatuh 0,8% menjadi 0,7177/USD, sebagian karena penurunan harga tembaga, yang mencapai level terendah 6,5 tahun, di tengah kekhawatiran tentang melambatnya permintaan manufaktur China. (Baca: Tembaga Turun di Bawah USD4.500 karena Logam Terkoreksi)

USD teguh terhadap sekeranjang enam mata uang utama, dibantu oleh melemahnya euro. Indeks USD mencapai level tertinggi tujuh bulan dari 99,977 dan terakhir berada di 99,885. Terhadap yen, USD pada 123,15/19 yen, naik 0,2% pada hari ini.

Baca:

Rupiah Siang Ini Tersayat, IHSG Berakhir Menguat

Euro Merana, Rupiah Dibuka Terjungkal
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
4 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
4 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
4 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
5 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
5 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
6 jam yang lalu
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved