BI Bentengi Rupiah dari Terjangan Gejolak Ekonomi Global

Rabu, 25 November 2015 - 07:05 WIB
BI Bentengi Rupiah dari...
BI Bentengi Rupiah dari Terjangan Gejolak Ekonomi Global
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan akan fokus menjaga kestabilan nilai tukar rupiah ‎dari terjangan gejolak ekonomi global. Pasalnya, kondisi perekonomian dunia masih lemah dan rentan terhadap gejolak yang akan memengaruhi pertumbuhan domestik.

Gubernur BI Agus Martowardojo menuturkan, gejolak tersebut terjadi sebagai dampak dari antisipasi pasar terhadap rencana kenaikkan suku bunga di AS dan melambatnya ekonomi China yang menekan pasar keuangan domestik, terutama ditandai dengan tekanan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD).

"Merespon hal tersebut, Bank Indonesia dengan penuh keyakinan mengambil langkah kebijakan untuk memulihkan stabilitas ekonomi, agar tekanan tidak berlanjut dan mengganggu sendi-sendi perekonomian lainnya," kata Agus, dalam Pertemuan Tahunan BI 2015 di JCC, Jakarta, Selasa (24/11/2015).

Menurutnya, respon BI akan diwujudkan dalam suatu bauran kebijakan, dengan fokus jangka pendek pada upaya pengendalian stabilitas nilai tukar rupiah. Bauran kebijakan tersebut meliputi kebijakan moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran nasional.

"Dari sisi moneter, kami tetap konsisten mengedepankan stance kebijakan moneter yang dapat menjaga inflasi tetap sesuai sasaran dan mengelola neraca transaksi berjalan agar semakin sehat dan kondusif, namun pada sisi lain tetap memberikan ruang bagi pemulihan ekonomi nasional," bebernya.

Melengkapi posisi kebijakan moneter di atas, tambah Agus, berbagai langkah pengendalian stabilitas nilai tukar rupiah juga dilakukan secara berhati-hati yaitu dengan mengelola stabilitas nilai tukar rupiah, memperkuat likuiditas rupiah di pasar uang dan memperkuat pengelolaan supply dan demand di pasar valas.

"Dalam konteks menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Bank Indonesia secara terukur berupaya meminimalkan volatilitas nilai tukar agar tidak berlanjut kepada meningkatnya ekspektasi depresiasi rupiah dan inflasi. Strategi ini tentu memiliki harga, yakni turunnya cadangan devisa sebagai first line of defence," pungkasnya.

Baca juga:

BI: RI Masih Hadapi Risiko Ketidakpastian Ekonomi Global

Empat Kekuatan Domestik Penggerak Ekonomi Indonesia
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Rupiah Ambles Tembus...
Rupiah Ambles Tembus Rp17 Ribu, Perry Warjiyo Blak-blakan Soal Strategi Intervensi BI
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved