24.509 Pekerja Tekstil dan Sepatu Terancam PHK

Kamis, 03 Desember 2015 - 12:42 WIB
24.509 Pekerja Tekstil...
24.509 Pekerja Tekstil dan Sepatu Terancam PHK
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan, sebanyak 24.509 pekerja di sektor industri tekstil dan sepatu berpotensi terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Data tersebut didapat dari pengaduan yang masuk dalam Desk Khusus Investasi Tekstil dan Sepatu (DKI-TS) yang dibentuk BKPM.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengemukakan, DKI-TS telah berhasil membantu menyelesaikan masalah industri tekstil dan sepatu terutama dalam mencegah terjadinya PHK.

Hingga kini, total perusahaan yang telah mengadukan permasalahannya mencapai 50 perusahaan dengan rincian 33 perusahaan ditangani oleh DKI-TS dan 17 perusahaan ditangani oleh internal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).

Adapun 33 perusahaan tersebut terdiri dari sembilan industri sepatu, 18 industri tekstil, enam industri hulu tekstil, dengan nilai realisasi investasi mencapai Rp17,9 triliun dan mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 54.772 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, yang langsung berpotensi PHK sebesar 24.509 tenaga kerja.

"Dari 33 perusahaan tersebut, 13 perusahaan mempermasalahkan kenaikan UMK yang berbeda dengan formula yang ditetapkan pemerintah dalam PP 78/2015 dan yang mengeluhkan kenaikan tarif listrik sebanyak 7 perusahaan, sisanya mengalami masalah restitusi PPN, bahan baku impor, pembiayaan modal kerja, perizinan, perpajakan, pemasaran, impor ilegal, maupun kombinasi beberapa permasalahan tersebut," tuturnya dalam konferensi pers mengenai Capaian DKI-TS di Kantor BKPM, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Dia menyebutkan, perusahaan-perusahaan yang melaporkan lokasinya ada di empat provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten dan Jawa Timur. Dari 24.509 tenaga kerja yang berpotensi PHK tersebut terdiri atas beberapa unsur di antaranya tenaga kerja sektor tekstil, tenaga kerja sektor produk tekstil dan tenaga kerja dari industri sepatu.

"Yang benar-benar telah selesai difasilitasi dari sisi pencegahan PHK adalah tiga perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 1.458 orang. Perusahaan-perusahaan yang telah difasilitasi ini lokasinya di Jawa Barat," ungkapnya.

Lokasi 33 perusahaan (subsektor tekstil, garmen, sepatu, hulu tekstil) yang ditangani DKI-TS berada di Kabupaten Bogor, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, Kota Depok.

Kabupaten Klaten, Kabupaten Semarang, Kabupaten Malang, Kota Tangerang, Kabupaten Karanganyer, Kota Cilegon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Bantul, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Jombang.

Franky mencontohkan, industri pemintalan, pertenunan, pencelupan, penyempurnaan tekstil dan pakaian jadi yang berlokasi di Jawa Barat dengan jumlah total tenaga kerja 616 orang mengemukakan akan melakukan PHK apabila tidak mendapatkan solusi terkait tunggakan listrik mereka.

"Setelah difasilitasi pertemuan dengan PLN dengan Jawa Barat, akhirnya perusahaan tetap akan beroperasi tanpa melakukan PHK. Ini selesai per 20 November 2015," jelasnya.

Sementara, perusahaan-perusahaan lainnya masih dalam proses penyelesaian. Termasuk lima perusahaan di Jombang, Jawa Timur yang kemarin menyampaikan keluhannya.

"Dari keluhan yang mereka sampaikan, BKPM akan mengategorisasikan problem yang disampaikan untuk kemudian dikoordinasikan dengan instansi terkait lainnya untuk mengurai persoalan yang dihadapi perusahaan," pungkas Franky.

Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pertekstilan Indonesia Benny Sutrisno, dan Ketua Dewan Pembina Asosiasi Produsen Sepatu Indonesia Harijanto.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Tekstil Ungkap...
Pengusaha Tekstil Ungkap Biang Keladi Penyebab Badai PHK Massal
14.500 Pekerja Tekstil...
14.500 Pekerja Tekstil Kena PHK, Bahlil: Jangan Sedih, Ada yang Pergi, Ada yang Datang
Terbongkar Jumlah Sebenarnya...
Terbongkar Jumlah Sebenarnya Korban PHK Industri Tekstil, Angkanya Fantastis
Pelaku Industri Tekstil:...
Pelaku Industri Tekstil: Saat Ini Trennya Bukan Lagi PHK, Tapi Menutup Pabrik
10 Perusahaan Tekstil...
10 Perusahaan Tekstil yang PHK Karyawan di Awal 2024, Ada 13.800 Karyawan Kena Dampak
Hati-hati! Ancaman Badai...
Hati-hati! Ancaman Badai PHK Masih Membayangi Industri Tekstil di 2024
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved