JK: Target Pajak Perlu Dievaluasi

Minggu, 06 Desember 2015 - 08:31 WIB
JK: Target Pajak Perlu...
JK: Target Pajak Perlu Dievaluasi
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Muhammad Jusuf Kalla (JK) menyatakan, target penerimaan pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 sebesar Rp1.294,3 triliun tidak akan tercapai. Sebab itu, realisasi pajak yang kerap meleset dari target perlu dievaluasi.

"Ada dua jawabannya mengapa target tidak tercapai. Satu, targetnya memang ketinggian. Kedua, ekonominya turun. Jadi, sulit pajak (penuhi target) kalau ekonomi turun," ujar JK di Jakarta, akhir pekan lalu.

Baca: Target Pajak di Balik Mundurnya Sigit Pramudito

Menurutnya, pemerintah akan mengevaluasi ulang berbagai masalah yang menghambat pengumpulan pajak. Pemerintah berupaya agar kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) bisa diterapkan agar basis pajak semakin luas.

Hal senada disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution. Dia mengatakan, salah satu persoalan rendahnya rasio pajak adalah masih belum baiknya sistem administrasi pajak yang ada di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

"Harus ada perbaikan di pajak dalam sistem informasi dan di dalam metode pengumpulan data wajib pajak (WP)," katanya.

Menurut Darmin, perbaikan sistem tersebut penting agar otoritas pajak bisa memetakan sumber-sumber penerimaan pajak. Sehingga, akan tercipta peluang untuk mendapatkan penerimaan yang lebih besar.

"Kalau data dunia usaha dan pemilik uang tidak dikumpulkan dengan baik, dia tidak bayar juga dengan baik," tegasnya.

Selain itu, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut juga menilai, target pajak tahun ini tidak realistis. Ke depan, pemerintah harus memperhatikan kondisi perekonomian dalam menentukan target penerimaan pajak. "Harus dilihat momentumnya," tandas Darmin.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
JK Tegaskan Rencana...
JK Tegaskan Rencana Pertemuan dengan Megawati Atas Nama Pribadi Bukan Partai
Refly Harun Berharap...
Refly Harun Berharap Penegak Hukum Bisa Cerna Pesan JK
JK Sebut Rizal Ramli...
JK Sebut Rizal Ramli Punya Pemikiran Tangguh
JK: Mudah-mudahan Allah...
JK: Mudah-mudahan Allah Memaafkan para Pemfitnah Itu
Cerita Perseteruan JK...
Cerita Perseteruan JK dan Rizal Ramli Diwarnai Ambisi Jadi Menkeu dan Menteri BUMN
Dua Aktivis Perdamaian...
Dua Aktivis Perdamaian Jepang Temui Jusuf Kalla
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Potong Pajak Pembelian BBM 5%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved