Baru Awal Tahun, Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp224,3 Triliun
Jum'at, 14 Maret 2025 - 08:50 WIB
loading...
Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan hingga akhir Februari 2025 telah menarik utang baru sebesar Rp224,3 triliun, atau sekitar 28,9 persen dari target penarikan utang yang ditetapkan untuk tahun ini.
Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono menyampaikan bahwa total pembiayaan anggaran yang telah terealisasi mencapai Rp220,1 triliun atau sekitar 35,7 persen dari target APBN 2025.
"Hingga 28 Februari 2025, realisasi pembiayaan anggaran sudah mencapai Rp220,1 triliun. Ini setara dengan 35,7 persen dari target yang ada dalam APBN tahun ini," ujar Thomas dalam konferensi pers APBN KiTA yang disiarkan di kanal Youtube Ministry of Finance Republic of Indonesia, Kamis (13/3/2025).
Baca Juga: Awal Tahun, Sri Mulyani Umumkan APBN Sudah Tekor Rp31,2 Triliun
Mayoritas pembiayaan utang berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat sebesar Rp238,8 triliun. Sementara itu, pembiayaan utang dari pinjaman tercatat negatif sebesar Rp14,4 triliun.
Adapun untuk pembiayaan non-utang, Kemenkeu melaporkan angka minus sebesar Rp4,3 triliun. Meskipun demikian, Thomas menekankan bahwa pembiayaan anggaran berjalan sesuai dengan rencana dan tetap menjaga efisiensi serta mengendalikan risiko dengan baik.
"Realisasi ini menunjukkan bahwa pembiayaan APBN dilaksanakan secara hati-hati, efisien, dan dengan mempertimbangkan perkembangan pasar keuangan," tambah Thomas.
Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono menyampaikan bahwa total pembiayaan anggaran yang telah terealisasi mencapai Rp220,1 triliun atau sekitar 35,7 persen dari target APBN 2025.
"Hingga 28 Februari 2025, realisasi pembiayaan anggaran sudah mencapai Rp220,1 triliun. Ini setara dengan 35,7 persen dari target yang ada dalam APBN tahun ini," ujar Thomas dalam konferensi pers APBN KiTA yang disiarkan di kanal Youtube Ministry of Finance Republic of Indonesia, Kamis (13/3/2025).
Baca Juga: Awal Tahun, Sri Mulyani Umumkan APBN Sudah Tekor Rp31,2 Triliun
Mayoritas pembiayaan utang berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat sebesar Rp238,8 triliun. Sementara itu, pembiayaan utang dari pinjaman tercatat negatif sebesar Rp14,4 triliun.
Adapun untuk pembiayaan non-utang, Kemenkeu melaporkan angka minus sebesar Rp4,3 triliun. Meskipun demikian, Thomas menekankan bahwa pembiayaan anggaran berjalan sesuai dengan rencana dan tetap menjaga efisiensi serta mengendalikan risiko dengan baik.
"Realisasi ini menunjukkan bahwa pembiayaan APBN dilaksanakan secara hati-hati, efisien, dan dengan mempertimbangkan perkembangan pasar keuangan," tambah Thomas.
Lihat Juga :