Pembangunan Rumah Bersubsidi di Jateng Hanya 3.000 Unit

Selasa, 08 Desember 2015 - 23:45 WIB
Pembangunan Rumah Bersubsidi...
Pembangunan Rumah Bersubsidi di Jateng Hanya 3.000 Unit
A A A
SEMARANG - Realisasi pembangunan rumah bersubsidi atau perumahan dengan Fasilitas Liquiditas Pembiayaan Perbankan (FLPP) di Jawa Tengah pada tahun ini, baru terealisasi sebanyak 3.000 unit dari target 13.000 unit. Capaian tersebut belum mampu mendukung program 1 juta rumah yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Tidak terealisasinya pembangunan rumah bersubsidi, bukan karena tidak adanya peminat atau pasar, mengingat selama ini backlog perumahan di Jawa Tengah masih cukup tinggi yakni mencapai 400 ribu unit dan terus meningkat.

Wakil Ketua REI Jateng Bidang Perumahan Rakyat, Andi Kurniawan mengatakan, salah satu hal yang menghambat pembangunan perumahan rakyat adalah masalah perizinan. Menurutnya, perizinan di kabupaten/kota masih terlalu rumit dan prosesnya lama.

“Permasalahannya, bukan karena tidak ada pasar. Kalau pasar masih sangat besar dan terus bertambah untuk perumahan bersubsidi. Yang menjadi kendala adalah, faktor perizinan yang selama ini terlalu lama dan sulit,” ujarnya, di sela-sela penutupan pameran Mandiri REI Expo, Semarang, Selasa (8/12/2015).

Karena itu, Andi berharap, perizinan bisa dipercepat dan lebih fleksibel untuk mendorong percepatan pembangunan satu juta rumah. “Memang tahun ini pasti tidak akan terealisasi, oleh karena itu target tersebut akan direalisasikan pada 2016 mendatang, yang tentunya harus mendapatkan dukungan dari masing-masing daerah,” terangnya.

Dia menjelaskan berdasarkan hasil Munas REI beberapa waktu lalu, nantinya untuk percepatan pembangunan perumahan koordinasi Kementerian Perumahan Rakyat, BPN, Mendagri, BUMN yang membidangi, akan berada di bawah wakil Presiden.

Melalui upaya itu, kata dia, sinerginya akan lebih jelas mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah, yang selama ini masih belum berjalan dengan baik.

Tidak hanya untuk perumahan bersubsidi yang tidak sesuai target, realisasi untuk rumah komersil pun sama. Hanya permasalahannya berbeda. Jika perumahan bersubsidi dikarenakan produksinya yang kurang maksimal, untuk rumah komersil lebih dikarenakan lesunya pasar. “Untuk perumahan komersil juga sama tidak sesuai target,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait dengan Pameran perumahan bertajuk Mandiri REI Expo yang digelar 26 November - 6 Desember 2015 di Atrium Mall Ciputra Semarang berhasil membukukan transaksi penjualan 55 unit.

Ketua Panitia Mandiri REI Expo, Dibya K. Hidayat mengatakan, secara umum pameran REI Expo pada 2015 mengalami kelesuan dibanding tahun lalu. Jika pada 2014 sepanjang pameran REI Expo yang digelar mampu membukukan transaksi 650 unit, tahun ini dari 10 kali pameran hanya menjual 500 unit.

“Pada pameran terakhir kali ini penjualannya cukup baik meski belum sesuai target. Kerja sama dengan perbankan memberikan efek yang baik terhadap penjualan perumahan. Oleh karena itu ke depan kerja sama-kerja sama lain akan terus dilakukan untuk mendongkrak penjualan rumah,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perumahan Butuh Sarana...
Perumahan Butuh Sarana Prasarana
Belajar Usaha Membangun...
Belajar Usaha Membangun Perumahan untuk Pemula (Bagian-4)
Serius Menyelami Dunia...
Serius Menyelami Dunia Bisnis, Sektor Properti Jadi Pilihan
Pengembang Properti...
Pengembang Properti Tak Gentar Diterpa Corona, Pembangunan Berlanjut
DMS Propertindo Siapkan...
DMS Propertindo Siapkan Strategi Hadapi Pandemi
Tegaskan Komitmen, Perusahaan...
Tegaskan Komitmen, Perusahaan Properti Ini Serahkan Perumahan di Bogor Tepat Waktu
Berita Terkini
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
23 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
30 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
34 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
35 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
2 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved