Perumahan Butuh Sarana Prasarana
Rabu, 04 November 2020 - 12:15 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
Agus Kriswandi Basyari
Pitaloka Land
Dalam tulisan pekan ini akan diurai tentang sarana dan prasarana perumahan yang harus disiapkan dan dibangun oleh developer. Menurut Undang-Undang No 1/2011, tentang Perumahan dan Permukiman, yang disebut dengan perumahan adalah kumpulan rumah-rumah atau permukiman yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana.
Dalam setiap perumahan yang dibangun, undang-undang mewajibkan setiap developer mempersiapkan sarana dan prasarana serta utilitas umum. Dalam konteks ini, developer dikenakan kewajiban untuk menyisihkan 40% lahan untuk sarana dan prasarana serta utilitas umum. (Baca: Biaya Operasional Pendidikan Terlambat Cair, Ada Apa?)
Dengan persentase lahan yang cukup besar dimungkinkan terciptanya lingkungan yang nyaman, aman, dan ada penataan kawasan penghijauan. Lahan cukup luas seperti itu dialokasikan untuk sarana dan prasarana sehingga tumbuh permukiman yang memiliki ruang lingkup untuk tatanan sosial dan kemasyarakatan. Hal itu diharapkan terciptanya lingkungan yang sehat bagi para penghuninya.
Dalam Undang -Undang No 1/2011, yang dimaksud sarana dan prasarana adalah fasilitas umum dan fasilitas sosial yang wajib disediakan oleh developer. Fasilitas umum yang dimaksud antara lain berupa sarana jalan, saluran air (drainase), pagar keliling, gardu keamanan, CCTV, dan yang lainnya. Sementara fasilitas sosial antara lain sarana olahraga, sarana peribadatan, gedung atau aula pertemuan, dan taman bermain. (Baca juga: Kenali dan Remehkan Gejala Long Covid)
Pitaloka Land
Dalam tulisan pekan ini akan diurai tentang sarana dan prasarana perumahan yang harus disiapkan dan dibangun oleh developer. Menurut Undang-Undang No 1/2011, tentang Perumahan dan Permukiman, yang disebut dengan perumahan adalah kumpulan rumah-rumah atau permukiman yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana.
Dalam setiap perumahan yang dibangun, undang-undang mewajibkan setiap developer mempersiapkan sarana dan prasarana serta utilitas umum. Dalam konteks ini, developer dikenakan kewajiban untuk menyisihkan 40% lahan untuk sarana dan prasarana serta utilitas umum. (Baca: Biaya Operasional Pendidikan Terlambat Cair, Ada Apa?)
Dengan persentase lahan yang cukup besar dimungkinkan terciptanya lingkungan yang nyaman, aman, dan ada penataan kawasan penghijauan. Lahan cukup luas seperti itu dialokasikan untuk sarana dan prasarana sehingga tumbuh permukiman yang memiliki ruang lingkup untuk tatanan sosial dan kemasyarakatan. Hal itu diharapkan terciptanya lingkungan yang sehat bagi para penghuninya.
Dalam Undang -Undang No 1/2011, yang dimaksud sarana dan prasarana adalah fasilitas umum dan fasilitas sosial yang wajib disediakan oleh developer. Fasilitas umum yang dimaksud antara lain berupa sarana jalan, saluran air (drainase), pagar keliling, gardu keamanan, CCTV, dan yang lainnya. Sementara fasilitas sosial antara lain sarana olahraga, sarana peribadatan, gedung atau aula pertemuan, dan taman bermain. (Baca juga: Kenali dan Remehkan Gejala Long Covid)
Lihat Juga :