Wall Street Ditutup Naik Setelah Turun Tiga Hari
Jum'at, 11 Desember 2015 - 07:50 WIB
Wall Street Ditutup Naik Setelah Turun Tiga Hari
A
A
A
NEW YORK - Indeks Wall Street kemarin ditutup naik setelah mengalami penurunan berturut-turut dalam tiga hari. Namun, penurunan harga minyak mendekati posisi terendah tujuh tahun dan dolar Amerika Serikat (USD) yang kuat cukup membebani sentimen yang ada.
Indeks utama AS dalam sepekan terakhir ini memerah dihantam penurunan harga minyak, membuat investor khawatir tentang pertumbuhan ekonomi.
Minyak berjangka jatuh ke posisi terendah sejak 2009, karena para pedagang khawatir atas penurunan stok minyak mentah AS untuk fokus pada pasokan global, sementara dolar yang lebih kuat membebani komoditas.
JJ Feldman, manajer portofolio di Los Angeles berbasis Miracle Mile Advisors mengatakan, setelah menetap 1,1%, minyak mentah AS jatuh lebih lanjut, mendorong Indeka S&P juga turun dari seai tertingginya.
Investor khawatir tentang efek spill-over dari minyak ke seluruh perekonomian dan melihat dolar yang kuat menyakiti pendapatan perusahaan.
"Orang-orang masih khawatir tentang Fed dan apa yang akan terjadi pekan depan. Ini merupakan pekan yang berat," kata dia seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/12/2015).
Investor menunggu pertemuan Federal Reserve pada 15-16 Desember, yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.
Indeka Dow Jones Industrial Average naik 82,45 poin atau 0,47% ke 17.574,75, Indeka S&P 500 naik 4,61 poin atau 0,23% ke 2.052,23 dan Nasdaq Composite bertambah 22,31 poin atau 0,44% ke 5.045,17.
Feldman mengatakan, meskipun harga minyak mentah turun, indeks energi S&P adalah pemenang terbaik kedua hingga naik 0,62%. Beberapa investor tampaknya akan mencari saham energi karena harga minyak.
"Para penjual cepat kehabisan amunisi dan mungkin bisa sedikit bernafas, lega," kata Uri Landesman, presiden Platinum Partners di New York.
Pada hari ini, investor kemungkinan akan fokus pada data penjualan ritel November , yang meliputi awal musim belanja liburan.
Indeks utama AS dalam sepekan terakhir ini memerah dihantam penurunan harga minyak, membuat investor khawatir tentang pertumbuhan ekonomi.
Minyak berjangka jatuh ke posisi terendah sejak 2009, karena para pedagang khawatir atas penurunan stok minyak mentah AS untuk fokus pada pasokan global, sementara dolar yang lebih kuat membebani komoditas.
JJ Feldman, manajer portofolio di Los Angeles berbasis Miracle Mile Advisors mengatakan, setelah menetap 1,1%, minyak mentah AS jatuh lebih lanjut, mendorong Indeka S&P juga turun dari seai tertingginya.
Investor khawatir tentang efek spill-over dari minyak ke seluruh perekonomian dan melihat dolar yang kuat menyakiti pendapatan perusahaan.
"Orang-orang masih khawatir tentang Fed dan apa yang akan terjadi pekan depan. Ini merupakan pekan yang berat," kata dia seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/12/2015).
Investor menunggu pertemuan Federal Reserve pada 15-16 Desember, yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.
Indeka Dow Jones Industrial Average naik 82,45 poin atau 0,47% ke 17.574,75, Indeka S&P 500 naik 4,61 poin atau 0,23% ke 2.052,23 dan Nasdaq Composite bertambah 22,31 poin atau 0,44% ke 5.045,17.
Feldman mengatakan, meskipun harga minyak mentah turun, indeks energi S&P adalah pemenang terbaik kedua hingga naik 0,62%. Beberapa investor tampaknya akan mencari saham energi karena harga minyak.
"Para penjual cepat kehabisan amunisi dan mungkin bisa sedikit bernafas, lega," kata Uri Landesman, presiden Platinum Partners di New York.
Pada hari ini, investor kemungkinan akan fokus pada data penjualan ritel November , yang meliputi awal musim belanja liburan.
(izz)
Lihat Juga :