Soal Tata Kelola Migas, AEPI Sebut Negara Hanya Kebagian 12%

Jum'at, 11 Desember 2015 - 17:31 WIB
Soal Tata Kelola Migas,...
Soal Tata Kelola Migas, AEPI Sebut Negara Hanya Kebagian 12%
A A A
JAKARTA - Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) menilai tata kelola minyak dan gas di Tanah Air saat ini masih jauh dari amanat Pasal 33 Undang-undang Dasar (UUD) 1945. Indonesia dinilai belum berdaulat dalam tata kelola migas, lantaran sumber daya alam (SDA) tidak digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

(Baca Juga: Berantas Mafia Migas, Sudirman Diserang Kanan-kiri)

Peneliti AEPI Salamuddin Daeng mengungkapkan bahwa ‎sistem pengelolaan migas di Indonesia mengacu kepada UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas)‎. Sayangnya, dalam UU tersebut terlihat bahwa posisi negara justru setara dengan perusahaan multinasional.

"‎UU itu saya pelajari sejarahnya, UU 22 tahun 2001 kita bisa lihat itu posisi negara itu setara dengan perusahaan multinational. Bahkan dalam UU itu dikatakan bahwa negara itu tidak lebih berkuasa dari mereka," katanya di Jakarta, Jumat (11/12/2015).

Dia menyebutkan, 95 juta hektar (ha) lahan dialokasikan negara untuk produksi gas di dalam negeri. Namun, dari total luas‎ lahan yang besar tersebut hanya 12% produksi gas di hulu yang diserahkan ke Pertamina.

"Sebagian besar justru dikuasai perusahaan asing yang jadi aktor dominan dalam produksi gas nasional kita seperti Exxon, Connoco dan Total. Jadi masih jauh dari kedaulatan," imbuh dia.

Lebih lanjut Dia menerangkan dalam posisi perdagangan internasional, Indonesia masuk sebagai tujuh besar eksportir gas di dunia. Tetapi yang memproduksi dan mengekspor gas tersebut bukanlah perusahaan gas dalam negeri, melainkan perusahaan asing. Sementara Indonesia, hanya mendapat jatah dari kontrak bagi hasil.

"Jadi sebenarnya perusahaan kayak Pertamina itu sudah tekor, karena cost recovery yang harus dibayar negara ke perusahaan-perusahaan itu besar. Dari situ saja sebenarnya kita sudah sulit mengukur kedaulatan kita," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengganti SKK Migas,...
Pengganti SKK Migas, BUMN dan Lembaga Khusus Bisa Kelola Migas
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Pastikan Keselamatan Kerja dalam Kegiatan Eksplorasi
Sedotan Migas Makin...
Sedotan Migas Makin Kering, Pengusaha: Indonesia Tak Lagi Menarik
Dirjen Migas Dinonaktifkan...
Dirjen Migas Dinonaktifkan Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Investasi Migas Turun,...
Investasi Migas Turun, Investor Masih Tunggu Status SKK Migas
SKK Migas Ungkap Penyebab...
SKK Migas Ungkap Penyebab Produksi dan Lifting Migas Belum Capai Target
Berita Terkini
Sinergi Berkelanjutan,...
Sinergi Berkelanjutan, bank bjb Dukung Percepatan Program Rumah Layak Huni melalui BSPS 2026
21 menit yang lalu
Dukung Sekolah Rakyat,...
Dukung Sekolah Rakyat, SIG Pasok Material Konstruksi Ramah Lingkungan di 4 Provinsi
22 menit yang lalu
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
31 menit yang lalu
bank bjb Perkuat Literasi...
bank bjb Perkuat Literasi Keuangan dan Kewirausahaan bagi Calon Pensiunan Kementerian Agama
58 menit yang lalu
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
2 jam yang lalu
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved