Tarik Dana Rp30 Triliun, OJK Minta Menkeu Revisi Insentif Pajak

Senin, 14 Desember 2015 - 12:25 WIB
Tarik Dana Rp30 Triliun,...
Tarik Dana Rp30 Triliun, OJK Minta Menkeu Revisi Insentif Pajak
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait insentif perpajakan untuk menarik Dana Investasi Real Estate berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (DIRE-KIK) di Singapura senilai Rp30 triliun.

"Kami berharap ada revisi PMK 200 Tahun 2015," ujar Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal OJK Fahri Hilmi di Jakarta, Senin (14/12/2015).

Dia menambahkan saat ini pihaknya sedang mendiskusikan rencana pemberian insentif pajak yang lebih kompetitif kepada perusahaan penerbit KIK-DIRE (Real Estate Investment Trust/REIT).

"Kami akan berupaya menarik kembali dana yang diinvestasikan di Singapura yang mencapai Rp30 triliun. Padahal proyek atau asetnya berupa properti ada di Indonesia," katanya.

Menurutnya sejauh ini insentif perpajakan untuk mendorong investasi real estate yang diberikan Kementerian Keuangan belum mampu bersaing dengan instrumen REIT di negara lain.

OJK berinisiatif untuk menghilangkan kendala terkait insentif perpajakan dalam penerbitan KIK-DIRE dengan mendorong pemerintah untuk merevisi PMK 200. "Kami berharap ada tingkat pengembalian yang menarik bagi investor," tuturnya.

Sejauh inI lanjutnya diskusi antara OJK dan pemerintah sudah masuk ke dalam tahap rencana perubahan pasal-pasal terkait insentif perpajakan. "Kami ingin ada angka-angka yang lebih kompetitif, OJK akan men-support substansinya," pungkasnya .
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pansel OJK Sudah Dibentuk,...
Pansel OJK Sudah Dibentuk, Istana Ungkap Menerima Usulan Nama dari Kemenkeu
BI, OJK dan Pemerintah...
BI, OJK dan Pemerintah Harus Kompak Pulihkan Ekonomi
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
42 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
2 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
2 jam yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
3 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
4 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
4 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved