Kenaikan Fed Rate Kerek Wall Street

Kamis, 17 Desember 2015 - 07:41 WIB
Kenaikan Fed Rate Kerek...
Kenaikan Fed Rate Kerek Wall Street
A A A
NEW YORK - Indeks Wall Street kemarin waktu setempat ditutup naik setelah Federal Reserve (Bank Sentral Amerika Serikat) mengumumkan kenaikan suku bunga utamanya (Fed Rate) untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

Pasar menilai pernyataan Fed menjadi dovish, mendukung aset berisiko termasuk ekuitas. Sektor defensif dari pasar baru-baru ini melanda mengantisipasi kenaikan suku bunga menjadi terbaik.

(Baca Juga: The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan 0,25%)

The Fed telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin sebagai langkah awal tentatif dan akan dilakukan secara bertahap. Langkah ini juga agar dapat memantau inflasi sesuai target.

"Federal Reserve baru saja memulai apa yang akan menjadi pengetatan loosest dalam sejarah," kata Mohamed El-Erian, penasihat ekonomi utama di Allianz di Newport Beach, California seperti dikutip dari Reuters, Kamis (17/12/2015).

Sementara itu Indeks Dow Jones Industrial Average naik 224,18 poin atau 1,28%, ke 17.749,09, indeks S&P 500 naik 29,66 poin atau 1,45% ke 2.073,07 dan Nasdaq Composite juga naik 75,78 poin atau 1,52% ke 5.071,13.

Bank sentral AS mengatakan, perekonomian diperkirakan akan terus tampil baik dan sedikit peningkatan suku bunga The Fed adalah langkah tepat, bahkan setelah kenaikan ini kebijakan moneter akan tetap akomodatif.

Sektor industri utama dari S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi, dengan utilitas persentase gainer terbesar 2,6%. Energi turun 0,5% karena harga minyak mentah terus menurun.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
17 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
13 jam yang lalu
Infografis
Pasokan Lebih Ketat,...
Pasokan Lebih Ketat, Harga Gandum Dunia Mengalami Kenaikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved