BI Ramal Fed Rate Naik 1% Tahun Depan
Jum'at, 18 Desember 2015 - 06:06 WIB
BI Ramal Fed Rate Naik 1% Tahun Depan
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meramalkan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga acuannya hingga 100 basis poin (1%) pada 2016.
"Tahun 2016, kami tetap lihat plot FOMC (Federal Open Market Committee) kira-kira tahun depan naik 100 basis poin," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Gedung BI, Jakarta, Kamis (17/12/2015).
Sementara, rata-rata pelaku pasar memiliki ekspektasi lain dari kenaikan suku bunga The Fed (Fed rate) tahun depan. "Tapi market kalau kita lihat, behaviour market sekitar 50-75 basis poin. Market kelihatannya lebih dovish," katanya.
Tirta mengungkapkan, pihaknya sudah memperkirakan naiknya Fed rate sebesar 0,25%. "Dampak dari The Fed sesuai perkiraan kami. Kepada kondisi pasar keuangan kita masih baik dan sesuai perkiraan Bank Indonesia," katanya.
Dia menyampaikan, para pelaku pasar terutama dalam melakukan transaksi perdagangan mata uang asing (valas) sudah memperhitungkan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga yang pertama kali sejak 2006.
"Transaksi perdagangan valas, kenaikan Fed rate sudah diduga. Pricing in oleh pasar, pada pembukaan pagi ini (kemarin) rupiah menguat, jadi salah satu poin," katanya.
Selain itu, Tirta mengatakan, dampak naiknya suku bunga The Fed disambut positif oleh pasar keuangan dunia. "Semua pasar global positif, dari sisi saham dan aset keuangan lain," pungkasnya.
"Tahun 2016, kami tetap lihat plot FOMC (Federal Open Market Committee) kira-kira tahun depan naik 100 basis poin," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Gedung BI, Jakarta, Kamis (17/12/2015).
Sementara, rata-rata pelaku pasar memiliki ekspektasi lain dari kenaikan suku bunga The Fed (Fed rate) tahun depan. "Tapi market kalau kita lihat, behaviour market sekitar 50-75 basis poin. Market kelihatannya lebih dovish," katanya.
Tirta mengungkapkan, pihaknya sudah memperkirakan naiknya Fed rate sebesar 0,25%. "Dampak dari The Fed sesuai perkiraan kami. Kepada kondisi pasar keuangan kita masih baik dan sesuai perkiraan Bank Indonesia," katanya.
Dia menyampaikan, para pelaku pasar terutama dalam melakukan transaksi perdagangan mata uang asing (valas) sudah memperhitungkan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga yang pertama kali sejak 2006.
"Transaksi perdagangan valas, kenaikan Fed rate sudah diduga. Pricing in oleh pasar, pada pembukaan pagi ini (kemarin) rupiah menguat, jadi salah satu poin," katanya.
Selain itu, Tirta mengatakan, dampak naiknya suku bunga The Fed disambut positif oleh pasar keuangan dunia. "Semua pasar global positif, dari sisi saham dan aset keuangan lain," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :