Menperin: Kita Alami Situasi Sulit Tahun Ini
Jum'at, 18 Desember 2015 - 19:31 WIB
Menperin: Kita Alami Situasi Sulit Tahun Ini
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, Indonesia mengalami masa sulit tahun ini, imbas dari perlambatan ekonomi global. Akibatnya, banyak industri yang tumbuh melambat bahkan minus.
"Kita mengalami masa sulit di 2015. Banyak penurunan disektor industri, ini lantaran faktor ekonomi global 2015 mengalami perlambatan," kata Menperin di kantornya, Jumat (18/12/2015).
Menurutnya, pertumbuhan industri nonmigas sampai triwulan III/2015 sebesar 5,2%, sedikit lebih rendah dari tahun lalu yang tumbuh 5,6%.
"Pada akhir tahun ini kita targetkan industri nonmigas diharapakan dapat tumbuh 5,5%," katanya.
Untuk ekspor produk industri sampai September juga mengalami penurunan 7,5% dibanding tahun lalu, yakni dari USD87,85 miliar menjadi USD81,26 miliar pada 2015.
"Untuk penurunan ekspor itu disebabkan karena penurunan harga di pasar dunia, harga CPO turun, terus juga harga karet turun," terang dia.
Saleh mengatakan, kontribusi ekspor produk industri ini memberikan sekitar 70,58% dari total ekspor nasional yang sebesar USD115,13 miliar.
"Untuk sektor ini sebetulnya memberikan kontribusi cukup signifikan bagi negara, sekitar USD115,13 miliar. Nah, kita coba untuk tingkatkan tahun depan," katanya.
Sementara, impor produk industri juga mengalami penurunan sebesar 12,4% atau USD81,53 miliar dari tahun sebelummnya sebesar USD93,07 miliar.
"Kita mengalami masa sulit di 2015. Banyak penurunan disektor industri, ini lantaran faktor ekonomi global 2015 mengalami perlambatan," kata Menperin di kantornya, Jumat (18/12/2015).
Menurutnya, pertumbuhan industri nonmigas sampai triwulan III/2015 sebesar 5,2%, sedikit lebih rendah dari tahun lalu yang tumbuh 5,6%.
"Pada akhir tahun ini kita targetkan industri nonmigas diharapakan dapat tumbuh 5,5%," katanya.
Untuk ekspor produk industri sampai September juga mengalami penurunan 7,5% dibanding tahun lalu, yakni dari USD87,85 miliar menjadi USD81,26 miliar pada 2015.
"Untuk penurunan ekspor itu disebabkan karena penurunan harga di pasar dunia, harga CPO turun, terus juga harga karet turun," terang dia.
Saleh mengatakan, kontribusi ekspor produk industri ini memberikan sekitar 70,58% dari total ekspor nasional yang sebesar USD115,13 miliar.
"Untuk sektor ini sebetulnya memberikan kontribusi cukup signifikan bagi negara, sekitar USD115,13 miliar. Nah, kita coba untuk tingkatkan tahun depan," katanya.
Sementara, impor produk industri juga mengalami penurunan sebesar 12,4% atau USD81,53 miliar dari tahun sebelummnya sebesar USD93,07 miliar.
(izz)
Lihat Juga :