Mendag Lembong Ungkap Alasan Tak Ragu Buka Keran Impor Pangan
Selasa, 22 Desember 2015 - 15:55 WIB
Mendag Lembong Ungkap Alasan Tak Ragu Buka Keran Impor Pangan
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengaku tidak ragu untuk membuka keran impor, jika stok pangan di dalam negeri langka dan harga di pasar terus meroket.
Dia beralasan, keputusannya untuk membuka keran impor jika stok pangan langka lantaran dirinya tidak mau mengorbankan kepentingan konsumen dan masyarakat luas. Pasalnya, jika stok pangan langka maka masyarakat juga yang nantinya akan jadi korban.
"Ketika terjadi kenaikan harga dan kelangkaan stok, kami akan buka keran impor. Karena tidak mungkin korbankan kepentingan konsumen, kalau memang sudah tidak ada barang," katanya di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (22/12/2015).
Untuk itu, pria yang akrab disapa Tom Lembong ini akan berkoordinasi erat dengan kementerian teknis baik Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian‎ dan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian untuk menjaga stabilitas pangan.
Di sisi lain, Dia mengaku belum puas dengan dampak deregulasi sektor pangan yang dilakukan pemerintah. Kendati berbagai peraturan telah dideregulasi, namun harga pangan di pasar masih tinggi.
"Tentunya dari pemerintah akan mengambil pendekatan multidimensi. Ada upaya keras dari Kementan untuk tingkatkan produktivitas petani, supaya semakin efisien, dan harga kompetitif," tandasnya.
Dia beralasan, keputusannya untuk membuka keran impor jika stok pangan langka lantaran dirinya tidak mau mengorbankan kepentingan konsumen dan masyarakat luas. Pasalnya, jika stok pangan langka maka masyarakat juga yang nantinya akan jadi korban.
"Ketika terjadi kenaikan harga dan kelangkaan stok, kami akan buka keran impor. Karena tidak mungkin korbankan kepentingan konsumen, kalau memang sudah tidak ada barang," katanya di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (22/12/2015).
Untuk itu, pria yang akrab disapa Tom Lembong ini akan berkoordinasi erat dengan kementerian teknis baik Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian‎ dan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian untuk menjaga stabilitas pangan.
Di sisi lain, Dia mengaku belum puas dengan dampak deregulasi sektor pangan yang dilakukan pemerintah. Kendati berbagai peraturan telah dideregulasi, namun harga pangan di pasar masih tinggi.
"Tentunya dari pemerintah akan mengambil pendekatan multidimensi. Ada upaya keras dari Kementan untuk tingkatkan produktivitas petani, supaya semakin efisien, dan harga kompetitif," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :