Klaim Mampu Pangkas Dwelling Time 1,5 Hari, Ini Poin Rancangan Rizal Ramli
Selasa, 22 Desember 2015 - 22:02 WIB
Klaim Mampu Pangkas Dwelling Time 1,5 Hari, Ini Poin Rancangan Rizal Ramli
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mengungkapkan bahwa lamanya waktu tunggu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan bisa semakin dipersingkat menjadi 1,5 hari saja. Asalkan, beberapa persyaratan yang dirancangnya tersebut dilakukan.
Dia menjelaskan pertama adalah membangun jalur kereta api yang melintas di pelabuhan. Menurutnya di seluruh dunia, kereta api bisa masuk langsung ke pelabuhan, sehingga barang bisa dibawa keluar secepatnya setelah dilakukan pemeriksaan.
(Baca Juga: Jokowi Tagih Janji Rizal Ramli Pangkas Dwelling Time di Pelabuhan)
Saat ini diterangkannya PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah membangun rel kereta api pelabuhan yang proses pengerjaannya telah mencapai 45%. Diharapkan, kereta tersebut dapat mulai beroperasi Februari 2016.
"Kalau ini dilakukan maka dwelling time akan berkurang satu hari lebih dan kemacetan di Tanjung Priok juga akan berkurang," ucapnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/12/2015).
Kedua, pengenaan denda tinggi atas kontainer yang mengendap terlalu lama. Selama ini, kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok hanya dikenakan denda yang terlalu murah atau sekitar Rp28.500 per hari.
"Jadi cukup banyak importir yang sudah simpan saja disitu, tidak usah diangkut keluar. Karena biaya penyimpanan kontainer di luar itu jauh lebih mahal," sambungnya.
Ditambahkannya penimbunan kontainer hanya diperbolehkan paling lama tiga hari setelah pemeriksaan. Setelah itu, kontainer-kontainer tersebut dikenakan sanksi yang tinggi atau sekitar Rp5 juta.
"Kami ingin denda tinggi, mintanya Rp5 juta. Sehingga kontainer kabur keluar secepatnya dan Dwelling time bisa turun. Tapi manajemen Pelindo II menolak," akunya.
Ketiga, menyangkut sistem teknologi informasi untuk sistem pembayaran (billling system). Selama ini, menurutnya importir yang barangnya tiba pada hari Jumat harus menunggu hingga Senin untuk membayar tagihannya.
"Tapi dengan sistem ini, hari minggu atau sabtu pun bisa bayar. Dan sehingga proses pembayaran barang itu bisa lebih cepat," tandasnya.
Di samping itu, sambung mantan Menko bidang Perekonomian ini, sistem Indonesia National Single Window (INSW) yang menjadi tulang punggung sistem informasi ekspor dan impor juga harus ditingkatkan efektifitasnya. Tidak ketinggalan Dia juga meminta agar pengaktifan sistem pertukaran data dan informasi pada layanan pelabuhan (Indonesia Port Net/Inapornet) agar seluruh data terintegrasi.
"Karena bisa diketahui, posisi kontainer dimana, lokasinya, pemiliknya, isinya apa. Integrated data system. Ini akan mulai kita aktifkan," paparnya.
Melalui cara-cara tersebut, tambahnya waktu tunggu bongkar muat di pelabuhan akan bisa dipangkas habis menjadi hanya sekitar 1,5 hari. Saat ini, pihaknya telah berhasil menurunkan dwelling time dari sebelumnya 6-7 hari menjadi sekitar 4,3 hari.
"Kalau ditambah dengan kereta api akan berkurang satu hari lebih, kalau misalnya sistem denda dilaksanakan akan berkurang satu hari lagi, kalau sistem IT bisa diintegrasikan kita bisa mencapai satu hari lagi. Sehingga target kami hanya 1,5 hari lah dwelling time nya," tandasnya.
Dia menjelaskan pertama adalah membangun jalur kereta api yang melintas di pelabuhan. Menurutnya di seluruh dunia, kereta api bisa masuk langsung ke pelabuhan, sehingga barang bisa dibawa keluar secepatnya setelah dilakukan pemeriksaan.
(Baca Juga: Jokowi Tagih Janji Rizal Ramli Pangkas Dwelling Time di Pelabuhan)
Saat ini diterangkannya PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah membangun rel kereta api pelabuhan yang proses pengerjaannya telah mencapai 45%. Diharapkan, kereta tersebut dapat mulai beroperasi Februari 2016.
"Kalau ini dilakukan maka dwelling time akan berkurang satu hari lebih dan kemacetan di Tanjung Priok juga akan berkurang," ucapnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/12/2015).
Kedua, pengenaan denda tinggi atas kontainer yang mengendap terlalu lama. Selama ini, kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok hanya dikenakan denda yang terlalu murah atau sekitar Rp28.500 per hari.
"Jadi cukup banyak importir yang sudah simpan saja disitu, tidak usah diangkut keluar. Karena biaya penyimpanan kontainer di luar itu jauh lebih mahal," sambungnya.
Ditambahkannya penimbunan kontainer hanya diperbolehkan paling lama tiga hari setelah pemeriksaan. Setelah itu, kontainer-kontainer tersebut dikenakan sanksi yang tinggi atau sekitar Rp5 juta.
"Kami ingin denda tinggi, mintanya Rp5 juta. Sehingga kontainer kabur keluar secepatnya dan Dwelling time bisa turun. Tapi manajemen Pelindo II menolak," akunya.
Ketiga, menyangkut sistem teknologi informasi untuk sistem pembayaran (billling system). Selama ini, menurutnya importir yang barangnya tiba pada hari Jumat harus menunggu hingga Senin untuk membayar tagihannya.
"Tapi dengan sistem ini, hari minggu atau sabtu pun bisa bayar. Dan sehingga proses pembayaran barang itu bisa lebih cepat," tandasnya.
Di samping itu, sambung mantan Menko bidang Perekonomian ini, sistem Indonesia National Single Window (INSW) yang menjadi tulang punggung sistem informasi ekspor dan impor juga harus ditingkatkan efektifitasnya. Tidak ketinggalan Dia juga meminta agar pengaktifan sistem pertukaran data dan informasi pada layanan pelabuhan (Indonesia Port Net/Inapornet) agar seluruh data terintegrasi.
"Karena bisa diketahui, posisi kontainer dimana, lokasinya, pemiliknya, isinya apa. Integrated data system. Ini akan mulai kita aktifkan," paparnya.
Melalui cara-cara tersebut, tambahnya waktu tunggu bongkar muat di pelabuhan akan bisa dipangkas habis menjadi hanya sekitar 1,5 hari. Saat ini, pihaknya telah berhasil menurunkan dwelling time dari sebelumnya 6-7 hari menjadi sekitar 4,3 hari.
"Kalau ditambah dengan kereta api akan berkurang satu hari lebih, kalau misalnya sistem denda dilaksanakan akan berkurang satu hari lagi, kalau sistem IT bisa diintegrasikan kita bisa mencapai satu hari lagi. Sehingga target kami hanya 1,5 hari lah dwelling time nya," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :