Pertamina: Premium Turun Rp200/Liter Pekan Pertama 2016
Selasa, 22 Desember 2015 - 23:09 WIB
Pertamina: Premium Turun Rp200/Liter Pekan Pertama 2016
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengungkapkan, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium akan turun sekitar Rp200/liter pada pekan pertama 2016.
Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengemukakan, pemangkasan harga BBM dengan Research Octane Number (RON) 88 itu akan diumumkan oleh pemerintah.
"Pemerintah yang akan menurunkan tapi itu bulan Januari 2016, kemungkinan tanggal 4. Solar bisa turun lebih dari Rp500/liter dan premium sekitar Rp200/liter," ujarnya, melalui pesan singkat kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (22/12/2015).
Pria yang akrab disapa Abe inipun membantah jika ada informasi yang menyebutkan akan ada pengumuman penurunan harga BBM besok. "Tidak (besok pengumumannya) Mas," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) siap mengambil keputusan terkait penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) sebelum tahun baru 2016. Mengingat saat ini harga minyak dunia terus terpuruk di kisaran USD30-USD34 per barel.
Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, jika mengikuti harga keekonomian maka harga BBM sudah seharusnya mengalami penurunan. Karena pemerintah menggunakan metode review per tiga bulan, maka Januari 2016 sudah harus ada keputusan mengenai harga baru BBM.
"Logikanya, apabila kita ikutin harga keekonomian memang mestinya turun. Turunnya berapa, lagi dihitung. Mengenai metode reviewnya sudah kita sepakati tiga bulan sekali. Makanya Januari kita mesti putuskan harga baru dan apa yang sedang dipikirkan?" katanya di Gedung Ditjen Kelistrikan Kementerian ESDM, Jakarta.
Seperti diketahui, harga premium penugasan di luar wilayah Jawa-Bali yang berlaku sejak 1 Oktober 2015 sebesar Rp7.300/liter, maka dengan penurunan Rp200/liter akan menjadi Rp7.100/liter. Sementara untuk wilayah Jawa-Bali dari Rp7.400/liter akan menjadi Rp7.200/liter.
Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengemukakan, pemangkasan harga BBM dengan Research Octane Number (RON) 88 itu akan diumumkan oleh pemerintah.
"Pemerintah yang akan menurunkan tapi itu bulan Januari 2016, kemungkinan tanggal 4. Solar bisa turun lebih dari Rp500/liter dan premium sekitar Rp200/liter," ujarnya, melalui pesan singkat kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (22/12/2015).
Pria yang akrab disapa Abe inipun membantah jika ada informasi yang menyebutkan akan ada pengumuman penurunan harga BBM besok. "Tidak (besok pengumumannya) Mas," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) siap mengambil keputusan terkait penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) sebelum tahun baru 2016. Mengingat saat ini harga minyak dunia terus terpuruk di kisaran USD30-USD34 per barel.
Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, jika mengikuti harga keekonomian maka harga BBM sudah seharusnya mengalami penurunan. Karena pemerintah menggunakan metode review per tiga bulan, maka Januari 2016 sudah harus ada keputusan mengenai harga baru BBM.
"Logikanya, apabila kita ikutin harga keekonomian memang mestinya turun. Turunnya berapa, lagi dihitung. Mengenai metode reviewnya sudah kita sepakati tiga bulan sekali. Makanya Januari kita mesti putuskan harga baru dan apa yang sedang dipikirkan?" katanya di Gedung Ditjen Kelistrikan Kementerian ESDM, Jakarta.
Seperti diketahui, harga premium penugasan di luar wilayah Jawa-Bali yang berlaku sejak 1 Oktober 2015 sebesar Rp7.300/liter, maka dengan penurunan Rp200/liter akan menjadi Rp7.100/liter. Sementara untuk wilayah Jawa-Bali dari Rp7.400/liter akan menjadi Rp7.200/liter.
(dmd)
Lihat Juga :