Alasan Penurunan Harga Solar Lebih Besar dari Premium
Rabu, 23 Desember 2015 - 23:08 WIB
Alasan Penurunan Harga Solar Lebih Besar dari Premium
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah akhirnya secara resmi mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar. Harga premium turun Rp150 per liter menjadi Rp7.150 per liter, sementara harga solar turun Rp800 per liter menjadi Rp5.950 per liter.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menjelaskan, penurunan harga solar lebih besar dari premium lantaran harga minyak dunia yang sedang turun, serta Mean Oil Platts Singapore (MOPS) solar turun lebih signifikan dibanding MOPS premium. (Baca: Harga Premium Resmi Turun Jadi Rp7.150/Liter, Solar Rp5.950/Liter)
"Pertama memang harga minyak dunia sedang turun kan, kebetulan memang solar MOPS turun signifikan 18% kurang lebih. Untuk sementara premium hanya 8%," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/12/2015).
Selain itu, alasan pemerintah menurunkan harga solar lebih besar karena bahan bakar tersebut banyak dikonsumsi oleh industri dan angkutan umum. Sehingga, dampak yang ditimbulkan lebih besar dan memberikan multiplier effect yang lebih besar terhadap perekonomian di Indonesia.
"Kalau premium kan kebanyakan kelas menengah. Jadi rata-rata punya mobil. Dan premium kan lama-lama juga akan makin turun porsinya, diganti pertalite dan diganti research octane number (RON) 92. Jadi porsinya tidak signifikan," tandasnya.
Harga baru BBM yang berlaku per 5 Januari 2016:
- Premium dari Rp7.300 menjadi Rp6.950 per liter
- Solar dari Rp6.700 menjadi Rp5.950 per liter
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menjelaskan, penurunan harga solar lebih besar dari premium lantaran harga minyak dunia yang sedang turun, serta Mean Oil Platts Singapore (MOPS) solar turun lebih signifikan dibanding MOPS premium. (Baca: Harga Premium Resmi Turun Jadi Rp7.150/Liter, Solar Rp5.950/Liter)
"Pertama memang harga minyak dunia sedang turun kan, kebetulan memang solar MOPS turun signifikan 18% kurang lebih. Untuk sementara premium hanya 8%," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/12/2015).
Selain itu, alasan pemerintah menurunkan harga solar lebih besar karena bahan bakar tersebut banyak dikonsumsi oleh industri dan angkutan umum. Sehingga, dampak yang ditimbulkan lebih besar dan memberikan multiplier effect yang lebih besar terhadap perekonomian di Indonesia.
"Kalau premium kan kebanyakan kelas menengah. Jadi rata-rata punya mobil. Dan premium kan lama-lama juga akan makin turun porsinya, diganti pertalite dan diganti research octane number (RON) 92. Jadi porsinya tidak signifikan," tandasnya.
Harga baru BBM yang berlaku per 5 Januari 2016:
- Premium dari Rp7.300 menjadi Rp6.950 per liter
- Solar dari Rp6.700 menjadi Rp5.950 per liter
(dmd)
Lihat Juga :