Penyebab Produktivitas Buruh di Indonesia Rendah

Jum'at, 25 Desember 2015 - 05:44 WIB
Penyebab Produktivitas...
Penyebab Produktivitas Buruh di Indonesia Rendah
A A A
JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengungkapkan, penyebab rendahnya kinerja buruh di Tanah Air. Menurutnya, kondisi ini bukan karena malas melainkan upah yang masih rendah sehingga pekerja tidak berkeinginan meningkatkan produktivitas.

"Tingkat upah kita masih rendah, kita jauh di bawah Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina. Bagaimana produktivitas bisa tinggi kalau upahnya murah?" ujar Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta, belum lama ini.

Selain soal upah, kata Said, jaminan sosial yang diberikan pemerintah dan penyelenggara juga dinilai belum menyentuh semua kalangan buruh. Ini membuat peningkatan produktivitas bukan menjadi prioritas pekerja.

"Produktivitas harus seiring dengan kesejahteraan, jaminan pensiun, jaminan kesehatan, dan jaminan sosial. Produktivitas harus ditingkatkan seiring dengan peningkatan kesejahteraan," paparnya.

Said melanjutkan, para pekerja di Tanah Air juga dinilai kalah bersaing karena tingkat pendidikan masih rendah. Untuk itu, pemerintah diminta segera membenahinya.

"Data dari BPS, tingkat pendidikan buruh Indonesia 70% SMP ke bawah. Pemerintah harus dorong pendidikan wajib belajar 12 tahun atau sampai SMA. Jadi kalau melihat kesiapan Indonesia, masih jauh," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Upah Buruh Provinsi...
Upah Buruh Provinsi di Indonesia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved