Wall Street Stabil Usai Terjun Bebas di Awal Pekan

Rabu, 06 Januari 2016 - 09:39 WIB
Wall Street Stabil Usai...
Wall Street Stabil Usai Terjun Bebas di Awal Pekan
A A A
NEW YORK - Indeks saham Wall Street kemarin waktu setempat ditutup membaik, setelah sempat terpuruk di awal pekan pembukaan tahun 2016. Tercatat Dow dan S & P 500 naik tipis untuk kembali stabil, meski mayoritas investor masing gugup mewaspadai pertumbuhan ekonomi global.

Setelah ekonomi China terus melemah yang berimbas kepada penurunan saham, Bank Rakyat China akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk menyalurkan subsidi senilai USD20 miliar ke sistem keuangan dalam upaya membantu pasar agar kembali bergairah. Sementara itu Wall Street mulai stabil, meski saham Apple Inc (AAPL.O) turun 2,5%.

Penurunan harga minyak mentah dunia ditambah minimnya kontribusi USD, membuat saham Wall Street mengalami tekanan di awal tahun. Sedangkan saham yang mengalami kenaikan adalah Wal Mart Stores Inc (WMT.N) sebesar 2,4% menjadi USD62,92 dan membantu Dow serta S & P 500.

Kekhawatiran para pelaku pasar terkait kondisi ekonomi China, masih memberikan kontribusi besar membuat investor cukup berhati-hati. "Kami terus bekerja sejak penurunan cukup signifikan pada hari pertama perdagangan tahun 2016," jelas Kepala Strategi Investasi di Janney Montgomery, Mark Luschini.

"Kedepannya perubahan kondisi makro ekonomi, moneter, dan geopolitik dapat berakibat fatal. Saya pikir ini akan membuat investor bingung, untuk menentukan harus bergerak ke mana sehingga menimbulkan kebisingan daripada sinyal," tandasnya.

Dow Jones industrial average naik 9.72 poin atau 0,06% ke level 17.158,66, sementara S & P 500 membaik 4,05 poin atau 0,2% ke posisi 2.016,71 dan komposit Nasdaq turun 11.66 poin atau 0,24% ke level 4.891,43.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
4 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
5 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
7 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
7 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
8 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
9 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved